Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » 18 Tahun Terpisah dari Keluarga, Wanita Malaysia Hidup Miskin Usai Dinikahi WNI

18 Tahun Terpisah dari Keluarga, Wanita Malaysia Hidup Miskin Usai Dinikahi WNI

  • account_circle Naw
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Setelah 18 tahun hidup miskin di Lombok, Norida Ahmal Ayob akhirnya dipulangkan ke Malaysia bersama dua anaknya oleh Pemerintah Malaysia.

NEWSTUJUH.COM, Setelah 18 tahun hidup dalam keterbatasan di Indonesia, Norida Ahmal Ayob (45) akhirnya dipulangkan ke tanah kelahirannya, Malaysia, bersama dua anaknya.

Kepulangan tersebut difasilitasi Pemerintah Malaysia setelah kisah pilunya terungkap melalui keluarga dan mendapat perhatian langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah.

Informasi itu disampaikan Shamsul melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa Norida telah hidup terpisah dari keluarga selama hampir dua dekade dan menjalani kehidupan yang sulit.

“Selama 18 tahun hidup terpisah dari keluarganya, Norida harus hidup sendiri dalam kemiskinan,” tulis Shamsul, dikutip NewsTujuh, Kamis (19/02).

Norida sebelumnya mengikuti suaminya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI), ke Lombok setelah menikah. Namun, pernikahan tersebut tidak bertahan lama. Perceraian membuat Norida harus bertahan hidup seorang diri di negeri orang tanpa dukungan keluarga dekat.

Dalam kondisi serba terbatas, ia membesarkan dua anaknya sambil bekerja sebagai penyapu jalan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pernikahan Norida tidak kekal. Akhirnya beliau hidup sendirian, susah dan daif,” ujar Shamsul.

Diketahui, anak pertama Norida lahir di Malaysia dan berstatus warga negara Malaysia. Sementara anak keduanya lahir di Indonesia dan berstatus WNI. Sejak berpisah dengan suaminya, Norida tidak menikah lagi dan fokus membesarkan kedua anaknya meski dalam kondisi kekurangan.

Keinginan Norida untuk kembali ke Malaysia terungkap setelah keluarganya dari Kampung Bukit Sapi mendatangi Shamsul dan menyampaikan kondisi memprihatinkan yang dialaminya di Indonesia.

“Saya diceritakan bahwa Norida berada dalam keadaan serba kekurangan, anak-anaknya tidak dapat meneruskan sekolah dan hidup susah,” ungkap Shamsul.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Shamsul berkoordinasi dengan Wisma Putra melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta serta Departemen Imigrasi Malaysia untuk memproses pemulangan Norida.

Berkat kerja sama antara Wisma Putra, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Departemen Imigrasi Malaysia, dan otoritas Indonesia, proses pemulangan akhirnya berhasil direalisasikan.

Kini, setelah 18 tahun terpisah dari keluarga dan hidup dalam keterbatasan, Norida dan kedua anaknya telah kembali ke Malaysia untuk memulai lembaran baru kehidupan mereka.

Hernawan News Tujuh

Penulis

Wartawan kelahiran Madiun yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 2005 di Jakarta. Lulusan Sarjana Ekonomi, dan pernah bergabung di sebuah stasiun televisi sebagai operator teleprompter di awal tahunnya berkarir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less