Empat Gubernur Riau dan Luka yang Sama , Catatan Redaksi News Tujuh
- account_circle Teguh / Tim Red
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
- comment 0 komentar

Quattrick Gubernur Riau yang ditindak oleh KPK (Foto : NewsTujuh)
Empat Gubernur Riau tersandung kasus korupsi dalam dua dekade terakhir. Rakyat Riau menuntut perubahan dan menolak korupsi yang mencederai amanah publik.
NEWSTUJUH.COM , RIAU – Entah di mana letak kesalahannya, Provinsi Riau negeri yang diberkahi minyak bumi, kelapa sawit, hutan luas, dan sumber daya alam melimpah seolah tak pernah lepas dari kutukan yang sama: korupsi di kursi tertinggi kekuasaan.
Dalam lebih dari dua dekade terakhir, empat Gubernur Riau telah tersandung kasus hukum. Mulai dari Saleh Djasid, Rusli Zainal, Annas Maamun, hingga Abdul Wahid, semuanya terjerat dalam kasus korupsi berbeda, tetapi bersumber dari akar penyakit yang sama: keserakahan dan hilangnya rasa malu di hadapan rakyat.
Padahal, Riau bukanlah provinsi miskin. Di tengah limpahan sumber daya alam, rakyat justru sering menjadi penonton dari drama kerakusan para penguasa. Infrastruktur banyak yang rusak, sekolah-sekolah memerlukan perbaikan, dan kemiskinan serta pengangguran masih menjadi pemandangan sehari-hari. Ironisnya, anggaran yang seharusnya untuk rakyat malah dikorupsi oleh mereka yang diberi amanah untuk menyejahterakan masyarakat.
Apakah ini takdir, kelalaian, atau bukti busuknya sistem politik kita? Ataukah cermin dari moral pemimpin yang telah mati rasa?
Dari periode ke periode, rakyat disuguhi janji-janji perubahan dan kesejahteraan saat kampanye. Namun, yang datang justru berita penangkapan. Jabatan publik menjadi arena memperkaya diri. Setiap kali satu gubernur ditangkap, harapan baru muncul—hanya untuk dipatahkan oleh kisah serupa di kemudian hari. Riau seperti terjebak dalam lingkaran setan korupsi yang tak berkesudahan.
Kini, masyarakat Riau punya alasan kuat untuk marah. Namun mereka juga sadar bahwa perubahan tidak akan datang dari mereka yang menjual amanah. Perubahan sejati lahir dari rakyat yang berani menolak korupsi dalam segala bentuknya mulai dari bilik suara hingga ruang birokrasi.
Empat Gubernur Riau sudah tumbang karena korupsi. Cukuplah empat, jangan sampai Riau mencetak yang kelima.
- Penulis: Teguh / Tim Red
- Editor: Nur Ulfa

Saat ini belum ada komentar