Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Inspektorat Magetan Dinilai Mandul, Rentetan Skandal ASN Dikpora Tidak Ada Tindakan

Inspektorat Magetan Dinilai Mandul, Rentetan Skandal ASN Dikpora Tidak Ada Tindakan

  • account_circle SpecialOne
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • comment 0 komentar

Sejumlah pihak menilai bahwa meski laporan formal belum masuk, Inspektorat Magetan seharusnya dapat mengambil langkah preventif.

NEWSTUJUH.COM , MAGETAN – Kasus dugaan pelanggaran etika yang melibatkan seorang oknum ASN Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Magetan kembali mencuri perhatian publik. Sebuah video yang menampilkan seorang pria melabrak oknum ASN karena diduga menjalin kedekatan tidak wajar dengan istrinya menuai beragam reaksi masyarakat dan memantik desakan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.

Namun hingga kini, Inspektorat Kabupaten Magetan belum melakukan pemeriksaan awal terkait kasus tersebut. Plt Kepala Inspektorat Magetan, Andi Feriyanto, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa tidak ada laporan resmi yang masuk ke pihaknya.

“Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke Inspektorat. Jika ada laporan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pernyataan ini memicu berbagai tanggapan, karena kasus tersebut telah ramai diperbincangkan di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran publik mengenai perilaku ASN, khususnya di sektor pendidikan.

Sejumlah pihak menilai bahwa meski laporan formal belum masuk, Inspektorat seharusnya dapat mengambil langkah preventif. Publik menganggap viralnya kasus ini sudah menjadi indikasi awal adanya potensi pelanggaran disiplin yang patut ditelusuri.

Seorang Aktivis Magetan, Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap ASN seharusnya tidak menunggu laporan semata.

“Peran Inspektorat adalah memastikan disiplin ASN berjalan. Jika sudah viral dan menimbulkan keresahan, itu bagian dari informasi awal yang seharusnya ditindaklanjuti,” tegasnya.

Rudi menambahkan bahwa sejumlah kasus sebelumnya juga menyeret tenaga pendidik, mulai dari dugaan perselingkuhan oknum guru P3K di wilayah Poncol hingga dugaan bullying yang melibatkan guru SMPN 1 Maospati.

Dalam beberapa bulan terakhir, publik Magetan dihadapkan pada beberapa kasus yang mencoreng integritas tenaga pendidik. Mulai dari kasus isu perselingkuhan oknum guru P3K di salah satu SD Cileng Poncol, dugaan kekerasan verbal di lingkungan sekolah, hingga video viral terbaru yang kembali menyeret ASN Dikpora.

Kondisi ini membuat masyarakat meminta agar pemerintah daerah, khususnya dinas dan pengawas internal, memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap ASN.

Inspektorat Magetan

Plt Kepala Inspektorat Magetan, Andi Feriyanto

“Kami berharap ada tindakan yang jelas. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mencerminkan etika yang baik,” ungkap Rudi.

Aturan mengenai penegakan disiplin ASN telah diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014, UU No. 20 Tahun 2023, dan PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Regulasi tersebut mengamanatkan ASN untuk menjaga integritas dan profesionalisme, serta mewajibkan pejabat pengawas internal pemerintah (APIP) melakukan pemeriksaan jika ada indikasi pelanggaran.

Pengamat menyebut bahwa penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga merespons cepat setiap informasi yang berpotensi melanggar kode etik ASN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lanjutan dari Inspektorat terkait apakah akan dilakukan pemeriksaan awal atau klarifikasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam video viral tersebut.

Publik berharap Pemkab Magetan dapat memperkuat pembinaan dan memperjelas mekanisme penanganan pelanggaran etika ASN, khususnya yang berdampak pada dunia pendidikan.

Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap integritas aparatur negara, pemerintah daerah diharapkan mampu menunjukkan komitmen yang lebih kuat dalam menjaga marwah ASN sebagai pelayan masyarakat.

  • Penulis: SpecialOne

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum

    Kuasa Hukum Minta Presiden Turun Tangan , Ayah Prada Lucky Diduga Dikriminalisasi Oknum TNI

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Naw
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kuasa Hukum Prada Lucky Namo Minta Presiden Turun Tangan, Dugaan Kriminalisasi Ayah Korban Menguat NEWSTUJUH.COM , JAKARTA – Kantor Hukum Rikha & Partners secara resmi mengajukan Permohonan Perlindungan Hukum kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Permohonan ini diajukan menyusul dugaan tindak kriminalisasi, intimidasi, dan tekanan terhadap Plda Chrestian Namo, ayah dari Almarhum Prada […]

  • Purnawidya SMPN1 Madiun

    Purnawidya SMPN 1 Madiun Meriah , 253 Siswa Lulus, 10 Raih Prestasi Terbaik

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 24
    • 0Komentar

    NewsTujuh.com , MADIUN – Suasana meriah mewarnai acara Purnawidya SMP Negeri 1 Madiun tahun pelajaran 2024/2025 di Hotel Merdeka Madiun, Rabu (11/6). Sebanyak 253 siswa kelas IX resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Acara ini semakin istimewa karena 10 siswa berhasil meraih prestasi akademik terbaik. Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB diawali dengan penampilan […]

  • Tombak Kyai Plered yang menjadi simbol kerajaan Mataram (Foto : Ari,NewsTujuh)

    Tombak Kyai Plered, Pusaka Keraton Yogyakarta Simbol Legitimasi dan Spiritualitas Mataram

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle ARI
    • visibility 57
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM  |  YOGYAKARTA — Di balik megahnya dinding Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tersimpan sebuah pusaka sakral yang penuh makna dan wibawa: Tombak Kanjeng Kyai Plered. Pusaka ini bukan sekadar peninggalan sejarah kerajaan, melainkan simbol legitimasi kekuasaan dan spiritualitas Kerajaan Mataram Islam yang berdiri sejak akhir abad ke-16 pada masa Panembahan Senopati. Tombak dengan ujung runcing dan […]

  • Tagih Sisa Pembayaran Tanah , Petani Di Madiun Diancam Penjara

    Tagih Sisa Pembayaran Tanah , Petani Di Madiun Diancam Penjara

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Naw
    • visibility 331
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM , MADIUN – Sejumlah petani di Desa Munggut, Kecamatan Wungu Madiun, menuntut kejelasan pembayaran tanah yang telah dijual kepada pengembang perumahan melalui pihak ketiga berinisial AS. Mereka mengaku hingga kini belum menerima pelunasan sesuai kesepakatan.Simun (74) seorang petani yang merupakan suami dari Miyatun, pemilik tanah dengan SHM No. 03142 menyebut harga jual tanahnya mencapai Rp366,9 […]

  • Gambar ilustrasi. (Naw, NewsTujuh)

    “Emas Jadi Pilar Ekonomi Baru, Pemerintah Luncurkan Bullion Bank Nasional”

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle NAW
    • visibility 36
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM  |  JAKARTA — Pemerintah resmi meluncurkan layanan bank emas atau bullion bank melalui kolaborasi PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Peresmian dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (26/2/2025). Layanan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengelola cadangan emas nasional secara lebih optimal di dalam negeri. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, […]

  • Pemda Boyolali Siap Dukung Dan Berikan Motivasi Sekolah Muhammadiyah

    Pemda Boyolali Siap Dukung Dan Berikan Motivasi Sekolah Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 95
    • 0Komentar

     NewsTujuh.com , BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten Boyolali menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan memotivasi Muhammadiyah Boyolali dalam upaya memajukan dunia pendidikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Boyolali, Ibu Dwi Fajar Nirwana, dalam sambutannya pada acara Halal Bihalal Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali yang digelar di Semar Resto, Rabu (9/4). Acara yang mengusung tema […]

error: Content is protected !!
expand_less