BeritaPendidikan

Pujiono Tekankan Strategi SPMB untuk Majukan Sekolah Muhammadiyah Wonogiri

8
×

Pujiono Tekankan Strategi SPMB untuk Majukan Sekolah Muhammadiyah Wonogiri

Sebarkan artikel ini
Strategi SPMB Sekolah Muhammadiyah
SPMB menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri. (Nugie, NewsTujuh.com)

Rakor kepala sekolah Muhammadiyah Wonogiri membahas strategi SPMB untuk membangun kepercayaan masyarakat, meningkatkan mutu, dan menarik calon murid.

NEWSTUJUH.COM, WONOGIRI – Semangat membangun sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan mewarnai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri ini mengusung tema “Manajemen Hebat, Sekolah-Madrasah Maju Pesat.”

Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Budi Hartoyo, di depan SMAN 1 Wonogiri, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Rakor ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan profesionalisme pengelola sekolah Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Pujiono, S.Si., S.Pd., M.M., anggota Tim Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam forum tersebut, Pujiono membakar semangat para kepala sekolah dan madrasah melalui pemaparan strategi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang efektif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pujiono menegaskan bahwa keberhasilan SPMB tidak cukup hanya mengandalkan pemasangan spanduk, penyebaran brosur, atau promosi menjelang tahun ajaran baru. Sekolah harus membangun kepercayaan masyarakat melalui program unggulan yang nyata, pelayanan yang memuaskan, kualitas pembelajaran, serta karakter peserta didik yang menjadi bukti keberhasilan pendidikan.

“SPMB bukan pekerjaan musiman yang baru dimulai ketika pendaftaran dibuka. SPMB adalah hasil dari kerja panjang membangun mutu, pelayanan, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat,” menjadi pesan penting dalam penguatan strategi penerimaan murid baru.

Menurut Pujiono, seluruh unsur sekolah harus mengambil peran dalam membangun citra lembaga. Kepala sekolah menjadi penggerak utama, guru menjadi duta sekolah, tenaga kependidikan memberikan pelayanan terbaik, sementara siswa dan orang tua dapat menjadi bagian dari promosi melalui pengalaman positif mereka.

Ia juga mendorong sekolah Muhammadiyah untuk berani melakukan evaluasi. Jika jumlah pendaftar belum sesuai target, sekolah tidak boleh hanya menyalahkan persaingan atau kondisi masyarakat. Perlu ada pembenahan program, penguatan keunggulan, peningkatan kualitas layanan, dan komunikasi yang lebih dekat dengan calon wali murid.

Strategi SPMB harus dibangun melalui tiga langkah utama: membuat masyarakat mengenal sekolah, membuat masyarakat percaya kepada sekolah, dan membuat masyarakat memilih sekolah. Ketiganya membutuhkan kerja nyata, konsistensi, serta kolaborasi seluruh warga sekolah.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Wonogiri, Prof. Agus Wahyu Triatmo, M.Ag., bersama Sekretaris Drs. Teguh, turut menjadi bagian penting dalam penguatan koordinasi dan pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Wonogiri.

Melalui kegiatan ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Wonogiri mendorong kepala sekolah dan madrasah untuk memperkuat tata kelola profesional, meningkatkan mutu pendidikan, serta membangun kolaborasi dan sinergi antarlembaga.

Rakor ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi dan motivasi, tetapi berlanjut menjadi langkah konkret di setiap sekolah. Mulai dari pemetaan potensi calon murid, penyusunan program unggulan, penguatan branding, pelayanan kepada wali murid, hingga evaluasi capaian SPMB secara berkala.

Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya dikenal karena nama besarnya. Sekolah harus dipercaya karena mutunya, dipilih karena keunggulannya, dan dicintai karena pelayanan serta akhlaknya.

Dengan semangat “Manajemen Hebat, Sekolah-Madrasah Maju Pesat”, para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Wonogiri diharapkan semakin siap menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan menjadi pilihan utama masyarakat.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *