Beritaperistiwa

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya dan 35 Personel Cari Korban KM Virgo

19
×

Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya dan 35 Personel Cari Korban KM Virgo

Sebarkan artikel ini
KN SAR Kamajaya
KN SAR Kamajaya dikerahkan Basarnas Makassar untuk memperkuat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8. (NewsTujuh.com)

NEWSTUJUH.COM, MAKASSAR — Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, kian diperkuat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan kapal utama KN SAR Kamajaya beserta puluhan personel gabungan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan.

Kapal penyeberangan rute Surabaya–Banjarmasin dengan total 243 orang di atasnya — terdiri dari 213 penumpang dan 30 awak kapal — dilaporkan berhenti berkomunikasi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA. Cuaca buruk diduga menjadi penyebab utama insiden tersebut. Hingga saat ini, tercatat 107 orang berhasil diselamatkan dan 6 orang meninggal dunia, sementara 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Untuk mempercepat dan memperluas jangkauan pencarian, Basarnas Makassar memberangkatkan tim berjumlah 35 personel. Rinciannya meliputi 19 awak KN SAR Kamajaya, 11 tim penyelamat dari Kantor SAR Makassar, 4 awak KN 212, serta 1 tenaga medis yang siap memberikan bantuan kesehatan di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., menyatakan tim menuju lokasi pada pukul 23.30 WITA malam ini. “Berdasarkan data yang kami terima, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang — 213 penumpang dan 30 kru. Sementara ini, 107 orang selamat dan 6 orang meninggal. Masih ada 130 orang yang sedang kami cari. KN SAR Kamajaya akan bergabung dengan berbagai potensi SAR lainnya untuk memaksimalkan penyisiran di perairan tersebut,” ujar Arif.

Baca Juga : Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Pascakebakaran di TPA Putri Cempo

Armada dan personel dari Makassar akan segera bersinergi dengan kekuatan gabungan Basarnas serta instansi terkait lainnya, guna meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang di perairan Laut Jawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *