Posisi Edu Perez di Persebaya Surabaya Mulai Goyah Usai Hasil Imbang Kontra Persik Kediri
- account_circle Zack
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar

Posisi Edu Perez di Persebaya Surabaya kian terancam usai hasil imbang kontra Persik Kediri. Bernardo Tavares disebut siap gantikan sebagai pelatih baru. (Foto : Zack, NewsTujuh)
Setelah rangkaian hasil kurang memuaskan di ajang Super League 2025/2026, menempatkan manajemen pada posisi sulit antara mempertahankan Edu Perez demi stabilitas, atau memilih jalan baru bersama Bernardo Tavares untuk membangkitkan kembali semangat tempur Bajol Ijo.
NEWSTUJUH.COM , SURABAYA – Aroma perubahan mulai tercium di tubuh Persebaya Surabaya. Posisi pelatih asal Spanyol, Edu Perez, dikabarkan tidak lagi aman setelah rangkaian hasil kurang memuaskan di ajang Super League 2025/2026.
Dari 10 pertandingan terakhir, Persebaya hanya mampu mencatat 4 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Hasil seri 1-1 melawan Persik Kediri pada laga terakhir membuat Bajol Ijo tertahan di posisi delapan klasemen sementara.
Meski secara peringkat masih dalam zona aman, tekanan dari Bonek Mania semakin kuat. Suporter fanatik menilai performa tim tidak mencerminkan semangat khas Bajol Ijo yang dikenal agresif dan penuh determinasi.
Menanggapi desakan publik, manajemen Persebaya dikabarkan mulai mengambil langkah antisipatif. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pihak klub telah melakukan komunikasi awal dengan Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar, yang kini masuk daftar kandidat kuat pengganti Edu Perez.
Bernardo Tavares dikenal dengan karakter taktiknya yang solid dan mampu membangun kedisiplinan tim. Jika negosiasi berjalan mulus, pelatih asal Portugal ini berpeluang besar menakhodai Persebaya Surabaya menggantikan Edu Perez, yang kabarnya tengah dievaluasi oleh manajemen.
Dukungan dan tekanan dari Bonek Mania terus menggema di media sosial dan tribun. Banyak di antara mereka mendesak evaluasi total terhadap performa tim, termasuk posisi pelatih.
“Kami ingin Persebaya kembali main ngotot, penuh semangat seperti dulu. Kalau pelatih sekarang tidak bisa bawa perubahan, lebih baik diganti,” tulis salah satu komentar Bonek di platform X (Twitter).
Situasi ini menempatkan manajemen pada posisi sulit: mempertahankan Edu Perez demi stabilitas, atau memilih jalan baru bersama Bernardo Tavares untuk membangkitkan kembali semangat tempur Bajol Ijo.
Jika benar terjadi pergantian pelatih, langkah ini akan menjadi babak baru bagi perjalanan Persebaya Surabaya di musim Super League 2025/2026.
Manajemen kini dihadapkan pada keputusan penting yang akan menentukan arah perjalanan klub: melanjutkan era Perez dengan pembenahan, atau memulai era baru bersama Tavares untuk menghidupkan kembali gairah Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo.
- Penulis: Zack
- Editor: Narulata


Saat ini belum ada komentar