Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Madiun Raya » Kapolres Madiun Kota Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik dan Reformasi Polri Presisi

Kapolres Madiun Kota Tekankan Pentingnya Pelayanan Publik dan Reformasi Polri Presisi

  • account_circle Zack
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • comment 0 komentar

NEWSTUJUH.COM , MADIUN — Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas.
Hal ini disampaikan saat apel pagi di halaman Mapolres Madiun Kota, Rabu (12/11/2025).

Dalam arahannya, AKBP Wiwin menekankan bahwa seluruh jajaran Polres Madiun Kota perlu memahami dan menyesuaikan diri dengan transformasi reformasi Polri yang menjadi fokus utama institusi Kepolisian Republik Indonesia.

“Setiap anggota wajib menunjukkan perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat. Jangan ada lagi keluhan berulang. Masyarakat menilai kita dari seberapa cepat dan tanggap kita melayani,” tegas AKBP Wiwin.

Transformasi Reformasi Polri Jadi Fokus Utama

AKBP Wiwin menjelaskan bahwa reformasi Polri menitikberatkan pada peningkatan tata kelola organisasi, transparansi pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kinerja Polri yang presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Kapolres Madiun Kota

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi tekankan pentingnya reformasi Polri dan peningkatan kualitas pelayanan publik demi wujudkan Polri Presisi.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi pelayanan publik, terutama dalam penanganan aduan masyarakat, patroli keamanan lingkungan, dan respon cepat kecelakaan lalu lintas.

“Pelayanan tidak boleh terhambat. Setiap anggota harus turun langsung, mendengar, dan segera bertindak. Inilah wujud nyata Polri yang presisi,” ujarnya.

Pembentukan Komisi Reformasi Polri Jadi Momentum Perubahan

Dalam amanatnya, AKBP Wiwin turut menyinggung pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian (KPRP) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 7 November 2025.
Komisi ini dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 122/P Tahun 2025 dan memiliki waktu tiga bulan untuk menyampaikan laporan awal hasil kerja.

Komisi tersebut terdiri dari 10 tokoh nasional dan mantan pejabat tinggi negara, antara lain:
Jimly Asshiddiqie (Ketua), Yusril Ihza Mahendra, Supratman Andi Agtas, Otto Hasibuan, Tito Karnavian, Listyo Sigit Prabowo, Mahfud MD, Badrodin Haiti, Idham Azis, dan Ahmad Dofiri.

“Adanya tim nasional reformasi Polri ini harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus berbenah. Kita di tingkat Polres wajib menyesuaikan diri dan menunjukkan wajah Polri yang humanis, transparan, dan akuntabel,” ungkapnya.

Komitmen Polres Madiun Kota Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Kapolres Madiun Kota mengingatkan jajarannya agar tidak bekerja sekadar rutinitas, melainkan menghadirkan inovasi pelayanan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar-unit kerja dalam memperkuat layanan berbasis teknologi dan kedekatan dengan masyarakat.

Apel pagi tersebut diikuti oleh para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel Polres Madiun Kota, dan ditutup dengan doa bersama agar seluruh anggota diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

  • Penulis: Zack
  • Editor: Narulata

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less