Melawan Arahan Pemerintah , Tedjowulan Layangkan Peringatan Resmi ke Purbaya
- account_circle Naw
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- comment 0 komentar

Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan (Foto : NewsTujuh)
Gusti Tedjowulan menyesalkan tindakan Purbaya yang terus melawan arahan pemerintah hingga melayangkan surat peringatan resmi
NEWSTUJUH.COM , SOLO – Ketegangan internal kembali mencuat di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Maha Menteri Keraton Solo, KGPA Tedjowulan, melayangkan surat peringatan kepada Paku Buwono XIV, KGPH Purbaya, usai pengukuhan struktur bebadan baru di Keraton Solo pada Rabu (26/11/2025). Surat tersebut disampaikan melalui Pengageng Parentah Keraton, KGPH Adipati Dipokusumo.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Juru Bicara KGPA Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena Purbaya dinilai melangkahi aturan dan tidak mematuhi arahan pemerintah pusat terkait situasi internal Keraton.
Menurutnya, pengukuhan bebadan baru dilakukan tanpa adanya koordinasi, terlebih saat Keraton masih berada dalam masa berkabung 40 hari wafatnya Sinuhun Paku Buwono XIII.
Surat peringatan bernomor 18/MM/KKSH/11-2025 tersebut turut ditembuskan kepada jajaran Forkopimda Kota Solo, mulai dari Wali Kota, Ketua DPRD, Dandim 0735, Kapolresta, hingga Kepala Kejaksaan Negeri. Dokumen yang sama juga dikirimkan ke Kementerian Kebudayaan RI sebagai laporan resmi.
Pakoenegoro menegaskan bahwa Tedjowulan telah melaporkan situasi ini kepada pemerintah pusat, sejalan dengan arahan Menteri Kebudayaan agar setiap langkah yang menyangkut Keraton dilakukan secara tertib dan terkoordinasi.
“Langkah ini telah dilaporkan Gusti Tedjowulan kepada Kementerian Kebudayaan karena adanya tindakan yang bertentangan dengan arahan pemerintah pusat,” jelasnya.
Dalam surat tersebut, Tedjowulan meminta seluruh pihak di lingkungan Keraton Solo untuk tidak mengambil keputusan atau melakukan kegiatan apa pun tanpa koordinasi dengan Maha Menteri, terutama selama masa berkabung.
“Gusti Tedjowulan menyesalkan tindakan Puruboyo yang terus melawan arahan Menteri Kebudayaan dan imbauan Maha Menteri untuk menahan diri dan melakukan koordinasi,” tegas Pakoenegoro.
Ia juga mengungkapkan bahwa Tedjowulan sebelumnya telah mengirimkan surat imbauan bernomor 16/MM/KKSH/11-2025 pada 14 November 2025. Dalam surat tersebut, Purbaya diminta menahan diri dan tidak mengadakan acara seremonial apa pun. Namun imbauan itu tidak diindahkan.
“Sebelumnya kami sudah meminta penundaan kegiatan selama masa berkabung. Namun jumenengan tetap digelar, dan hari ini muncul lagi pelantikan bebadan baru. Karena itu Maha Menteri mengambil langkah tegas berupa surat peringatan,” ujarnya.
Pakoenegoro menambahkan bahwa sikap sepihak Purbaya berpotensi menimbulkan dampak panjang terhadap tata kelola Keraton.
“Maha Menteri menyesalkan tindakan tanpa koordinasi tersebut karena dapat mempengaruhi masa depan dan stabilitas Keraton Surakarta,” pungkasnya.
- Penulis: Naw
- Editor: Nur ulfa , Isworo


Saat ini belum ada komentar