Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kepulauan Riau » TPA Pematang Reba Darurat, Sampah Menggunung Akibat Minimnya Respons Pemerintah

TPA Pematang Reba Darurat, Sampah Menggunung Akibat Minimnya Respons Pemerintah

  • account_circle Teguh
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • comment 0 komentar

Kondisi TPA Pematang Reba di Indragiri Hulu kian darurat. Sampah menggunung, bau menyengat, dan minimnya respons pemerintah memicu sorotan serta kritik warga.

NEWSTUJUH.COM , INDRAGIRI HULU – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pematang Reba di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, kian memprihatinkan. Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik semakin menggunung, meluas hingga mendekati badan jalan, serta menimbulkan bau menyengat yang mengancam kesehatan lingkungan dan warga sekitar.

Persoalan ini bukan hal baru. Kondisi darurat TPA Pematang Reba telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum tampak langkah konkret dan terukur dari Pemerintah Daerah untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah tersebut. Alih-alih dibenahi, TPA ini justru terkesan dibiarkan, seolah menjadi “monumen pembiaran” dengan volume sampah yang terus bertambah setiap hari.

Warga menilai, sudah saatnya para pemangku kebijakan mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, jajaran kepala dinas, hingga seluruh camat, khususnya Camat Rengat Barat dan Lurah Pematang Reba tidak hanya menerima laporan di balik meja kerja.

Mereka didesak untuk turun langsung melihat kondisi nyata di lapangan.

Bahkan, masyarakat menyampaikan sindiran tajam agar para pejabat tersebut sesekali melakukan “refresing” ke TPA Pematang Reba.

Bukan untuk seremoni atau pencitraan, melainkan datang secara sederhana duduk santai sambil menikmati secangkir kopi di tengah tumpukan sampah agar dapat merasakan langsung aroma, pemandangan, dan realitas pahit yang dihadapi warga setiap hari.

“Karena kebersamaan itu indah dan sangat sederhana. Mungkin dengan secangkir kopi di TPA, akan lahir kesadaran dan keberanian untuk mengambil keputusan yang berpihak pada lingkungan dan rakyat demi perubahan nyata,” ujar seorang warga dengan nada sinis namun penuh harap.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: sampai kapan persoalan sampah di Indragiri Hulu hanya menjadi wacana tanpa solusi? Apakah TPA Pematang Reba harus menunggu viral, menjadi bencana kesehatan, atau memicu konflik sosial terlebih dahulu untuk mendapat perhatian serius?

TPA bukan sekadar tempat pembuangan sampah, melainkan cermin kualitas tata kelola pemerintahan. Saat ini, cermin tersebut memantulkan gambaran yang masih jauh dari kata baik.

  • Penulis: Teguh
  • Editor: Nur Ulfa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less