Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Madiun Raya » Disengat Tawon Ndas, Warga Pilangrejo Dilarikan ke Klinik

Disengat Tawon Ndas, Warga Pilangrejo Dilarikan ke Klinik

  • account_circle Naw
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

Seorang warga Pilangrejo, Madiun, Mujito, mengalami sengatan tawon ndas saat kerja bakti. Ia merasakan nyeri hebat, panas di bahu, dan pandangan kabur sebelum mendapat suntikan anti bisa di klinik. Simak bahaya dan risiko sengatan tawon ndas.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Mujito, warga Desa Pilangrejo, Kabupaten Madiun, mengalami insiden sengatan tawon ndas saat mengikuti kerja bakti membersihkan pekarangan tanah bersama warga. Peristiwa tersebut terjadi ketika ia tanpa sengaja menyenggol sarang tawon yang tersembunyi di semak-semak.

Akibat kejadian itu, Mujito langsung merasakan nyeri hebat dan sensasi panas di sekitar bahu. Tak hanya itu, ia juga mengalami pandangan kabur beberapa saat setelah disengat. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Awalnya saya tidak tahu kalau di situ ada sarang tawon. Tiba-tiba langsung terasa perih dan panas sekali di bahu. Kepala juga terasa pusing dan pandangan sempat kabur,” ujar Mujito.

Di klinik, Mujito langsung mendapatkan suntikan serta obat anti bisa untuk mencegah racun menyebar ke bagian tubuh lain. Beruntung, penanganan cepat tersebut membuat kondisinya berangsur membaik dan tidak sampai menimbulkan komplikasi serius.

Bahaya dan Risiko Sengatan Tawon Ndas

Tawon ndas dikenal memiliki sengatan yang cukup menyakitkan dan berisiko menimbulkan reaksi alergi berat pada sebagian orang. Sengatan dapat menyebabkan:

Nyeri dan rasa panas intens di area yang terkena.

Bengkak dan kemerahan.

Pusing hingga pandangan kabur.

Reaksi alergi berat (anafilaksis) pada kasus tertentu.

Dalam kondisi parah, sengatan tawon bisa memicu sesak napas, penurunan tekanan darah, hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau berhati-hati saat membersihkan pekarangan atau area yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya tawon.

Mujito pun mengimbau warga agar lebih waspada. “Kalau kerja bakti atau bersih-bersih, sebaiknya pakai pelindung dan cek dulu sekitar. Jangan sampai kejadian seperti saya terulang,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membersihkan pekarangan pun memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan kewaspadaan.

Hernawan News Tujuh

Penulis

Wartawan kelahiran Madiun yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 2005 di Jakarta. Lulusan Sarjana Ekonomi, dan pernah bergabung di sebuah stasiun televisi sebagai operator teleprompter di awal tahunnya berkarir.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less