Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jawa Timur » Video Viral 44 Detik Dugaan KDRT di Trenggalek, Perempuan 33 Tahun Meninggal Dunia Diduga Keracunan

Video Viral 44 Detik Dugaan KDRT di Trenggalek, Perempuan 33 Tahun Meninggal Dunia Diduga Keracunan

  • account_circle Hery
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Video viral 44 detik dugaan KDRT di Trenggalek. Perempuan 33 tahun meninggal di dunia diduga keracunan setelah kematiannya, polisi masih selidiki kasus.

NEWSTUJUH.COM,  TRENGGALEK – Jagat media sosial digemparkan dengan beredarnya video berdurasi 44 detik yang memperlihatkan aksi penganiayaan brutal terhadap seorang perempuan di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Perempuan berinisial ED (33), asal Palembang, Sumatera Selatan, diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya. Ironisnya, setelah peristiwa pemukulan tersebut, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun.

Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria mengenakan kaus bertuliskan “Samapta Bhayangkara” terlibat cekcok dengan seorang perempuan di tepi jalan. Rekaman yang diambil dari balik jendela rumah warga itu memperlihatkan adu mulut yang berujung kekerasan fisik.

Saat korban hendak menaiki sepeda motor, pelaku terlihat menghantam kepala korban menggunakan siku. Korban sempat membalas dengan melempar sandal. Namun situasi semakin memanas. Pelaku mengejar dan beberapa kali memukul korban, bahkan dalam adegan terakhir tampak membawa potongan balok kayu dan memukulkannya ke arah kepala korban.

Tak lama setelah kejadian tersebut, ED dilarikan ke Polres Trenggalek untuk penanganan kasus, sebelum akhirnya dibawa ke RSUD dr Soedomo dalam kondisi kritis.

Kasihumas Polres Trenggalek, AKP Katik, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan.
“Informasinya demikian, ini masih kami kroscek di rumah sakit. Yang jelas kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujar Katik, Minggu (1/3/2026).
Sementara itu, Humas RSUD dr Soedomo, Sujiono, mengungkapkan korban masuk IGD sekitar pukul 05.00 WIB dengan gejala intoksikasi pestisida.

“Korban datang dengan kondisi keracunan pestisida. Dalam proses penanganan, pasien juga mengalami gagal ginjal,” jelasnya.
Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa korban tak tertolong. ED dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ini, jenazah masih berada di kamar mayat rumah sakit. Pihak keluarga di Palembang menghendaki agar jenazah dipulangkan ke kampung halaman. Namun proses tersebut masih terkendala biaya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terlebih karena video penganiayaan terlanjur viral dan memicu gelombang kecaman warganet. Banyak pihak mendesak aparat untuk mengusut tuntas dugaan KDRT yang berujung tragis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian, termasuk kaitan antara dugaan penganiayaan dengan keputusan korban menenggak racun.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya persoalan privat, tetapi bisa berujung pada hilangnya nyawa.

 

 

 

 

 

Wartawan : Bayu Krisna
Hery Anggorowati News Tujuh

Penulis

Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less