BLT Dana Desa Tetap Disalurkan di Sendang Tulungagung Meski Anggaran Desa Terpangkas
- account_circle Hery
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Pemdes Sendang Tulungagung Tetap Salurkan BLT-DD untuk Warga Rentan Meski Dana Desa Dipangkas. (Foto : Bayu Krisna, NewsTujuh)
Pemerintah Desa Sendang, Tulungagung, tetap menyalurkan BLT Dana Desa kepada warga kurang mampu meski Dana Desa 2026 dipotong hingga Rp600 juta. Bantuan diberikan kepada lima keluarga penerima manfaat yang masuk kategori rentan.
NEWSTUJUH.COM, TULUNGAGUNG — Pemerintah Desa Sendang menunjukkan komitmennya dalam membantu warga kurang mampu dengan tetap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), meskipun anggaran Dana Desa tahun 2026 mengalami pemangkasan cukup besar.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) dengan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan. Dalam pencairan kali ini, sebanyak lima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan BLT-DD dari pemerintah desa.
Sekretaris Desa Sendang, Imam Mustakim, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tetap menjadi prioritas pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.
“Penyaluran BLT-DD ini merupakan ketentuan dari pemerintah pusat. Data penerima mengacu pada data desil dari pemerintah, kemudian kami sesuaikan dengan kondisi masyarakat yang benar-benar membutuhkan di desa,” ujarnya.
Menurutnya, kelima penerima bantuan merupakan warga yang masuk kategori kurang mampu. Bahkan sebagian di antaranya memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit kronis sehingga membutuhkan perhatian khusus.
“Total penerima BLT-DD di Desa Sendang ada lima orang. Mereka adalah warga yang benar-benar membutuhkan, dan ada yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit kronis,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Sendang harus menghadapi keterbatasan anggaran setelah Dana Desa tahun ini mengalami pemangkasan cukup besar. Dana Desa dipotong hingga sekitar Rp600 juta sehingga desa hanya menerima alokasi sekitar Rp331 juta.
Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya memastikan bantuan langsung kepada masyarakat tetap tersalurkan.
“Walaupun anggaran desa berkurang cukup besar, kami tetap berusaha agar program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti BLT-DD, tetap berjalan,” tegasnya.
Adapun kriteria penerima BLT-DD di antaranya tidak tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), masuk dalam data desil dari Kementerian Sosial atau Dinas Sosial, serta berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit kronis.
Pemerintah Desa Sendang berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah desa dalam mendampingi warganya di tengah keterbatasan anggaran.
Wartawan : Bayu Krisna
Penulis Hery
Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.


Saat ini belum ada komentar