BeritaPendidikanTeknologi

Wisuda UT Surabaya 2026, 1.351 Lulusan Diingatkan Jaga Mutu dan Integritas

15
×

Wisuda UT Surabaya 2026, 1.351 Lulusan Diingatkan Jaga Mutu dan Integritas

Sebarkan artikel ini
wisuda UT Surabaya
1.351 lulusan Universitas Terbuka (UT) Surabaya mengikuti prosesi wisuda di Graha Universitas Negeri Surabaya. (Jay, NewsTujuh.com)

Wisuda UT Surabaya 2026 diikuti 1.351 lulusan. UT menekankan perluasan akses pendidikan tinggi, kualitas lulusan, integritas, dan kemandirian belajar.

NEWSTUJUH.COM, SURABAYA — Sebanyak 1.351 lulusan Universitas Terbuka (UT) Surabaya resmi diwisuda di Graha Universitas Negeri Surabaya pada Minggu, 11 Oktober 2026. Prosesi ini bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan penegasan komitmen UT untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaga kualitas lulusan yang berdaya saing.

Sehari sebelumnya, UT Surabaya lebih dulu menggelar Seminar Akademik Alumni bertema “Mewujudkan Generasi Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia”. Menghadirkan Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, M.M. dan Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., forum ini membekali para alumni dengan wawasan tentang pentingnya beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan.

Direktur UT Surabaya, Prof. Dr. Suparti, M.Pd., mengingatkan bahwa gelar akademik harus berjalan beriringan dengan kemampuan nyata. “Pendidikan tidak hanya mencetak ijazah, tetapi membentuk pola pikir, memperluas wawasan, dan membangun karakter. Pengetahuan yang dimiliki harus mampu diubah menjadi solusi atas persoalan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan terbuka dan jarak jauh adalah jembatan kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar tanpa dibatasi jarak dan waktu — termasuk mereka yang bekerja. UT Surabaya sendiri merupakan salah satu dari lima wilayah layanan terbesar di Indonesia, rutin mewisuda lebih dari 1.000 lulusan setiap periode, menjangkau 18 kabupaten dan kota.

Muktiyanto menyampaikan target ambisius UT: melayani satu juta mahasiswa pada akhir 2029, dan diproyeksikan tumbuh hingga 2,5 juta mahasiswa dalam jangka panjang. Namun, pertumbuhan jumlah tidak boleh mengorbankan kualitas. “Reputasi UT tidak dibangun oleh banyaknya mahasiswa, melainkan oleh kualitas, integritas, dan kontribusi nyata para alumninya di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lulusan UT juga dituntut memegang keunggulan utama: kemandirian belajar. Di tengah dunia kerja yang terus berubah, kemampuan mengelola waktu, mencari informasi, dan terus memperbarui keterampilan menjadi bekal paling berharga. Melalui wisuda dan seminar ini, UT berharap para lulusan tidak hanya berhenti sebagai penerima ilmu, tetapi menjadi penggerak perubahan yang memberi manfaat nyata di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *