BLT Cair, Penerima Datang Naik Motor Mewah dan Mobil, Warga Miskin Justru Tak Tersentuh
- account_circle Teguh
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- comment 0 komentar

Warga penerima BLT di Indragiri Hulu datang ke lokasi pencairan bantuan menggunakan sepeda motor mewah dan mobil pribadi. (Foto : Teguh, NewsTujuh)
Penyaluran BLT di Indragiri Hulu menuai sorotan setelah penerima bantuan datang naik motor mewah dan mobil, sementara warga miskin justru tak terdata. Warga minta verifikasi ulang dan transparansi.
NEWSTUJUH.COM, RIAU – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Indragiri Hulu kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah penerima bantuan tampak mendatangi lokasi pencairan menggunakan sepeda motor mewah jenis Yamaha NMAX keluaran terbaru, bahkan ada yang menggunakan mobil pribadi. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat, terutama warga miskin yang secara nyata hidup dalam keterbatasan namun tidak tercatat sebagai penerima bantuan.
Fenomena tersebut menimbulkan kekecewaan dan rasa ketidakadilan sosial di kalangan warga, karena masih banyak keluarga yang hidup serba kekurangan justru luput dari pendataan BLT.
Beberapa warga mengaku heran melihat realitas di lapangan. Mereka menilai pendataan penerima bantuan tidak mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
“Kami hidup pas-pasan, tinggal di rumah sewa berdinding papan, penghasilan harian tidak menentu, tapi tidak dapat BLT. Sementara yang datang pakai motor baru, bahkan mobil, justru menerima bantuan. Ini jelas tidak adil,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, kriteria penerima bantuan seolah tidak lagi mengacu pada tingkat kemiskinan, melainkan hanya bersandar pada data administratif yang tidak diperbarui.
Fenomena ini memunculkan dugaan kuat bahwa proses pendataan BLT belum dilakukan secara optimal dan tidak memperhitungkan perubahan kondisi ekonomi warga.
Beberapa faktor yang disorot masyarakat antara lain:
Data penerima tidak diperbarui secara berkala
Minimnya verifikasi faktual di lapangan
Tidak adanya mekanisme koreksi data berbasis laporan warga
Akibatnya, bantuan yang seharusnya menjadi jaring pengaman sosial justru melenceng dari sasaran utama.
Tokoh masyarakat setempat meminta pemerintah desa/kelurahan bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima BLT.
Usulan Warga dan Tokoh Masyarakat
Melakukan verifikasi ulang berbasis kondisi riil warga
Membuka posko atau kanal pengaduan resmi
Melibatkan RT/RW dan tokoh lokal dalam validasi data
Menyampaikan hasil pendataan secara terbuka dan transparan
Menurut warga, transparansi dan ketegasan pemerintah sangat penting agar program bantuan sosial tidak terus menimbulkan polemik dan kecemburuan sosial setiap kali digulirkan.
Masyarakat berharap pemerintah benar-benar memastikan BLT diberikan kepada warga yang paling membutuhkan, bukan hanya mereka yang tercantum dalam data lama tanpa pembaruan.
“Bantuan sosial itu untuk yang betul-betul miskin, bukan sekadar nama yang ada di daftar. Kalau ini dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan hilang,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun instansi terkait mengenai mekanisme evaluasi pendataan BLT di wilayah tersebut.
- Penulis: Teguh
- Editor: Nur Ulfa



Saat ini belum ada komentar