Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bencana » BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem Januari 2026 di Jawa Timur, Warga Diminta Waspada

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem Januari 2026 di Jawa Timur, Warga Diminta Waspada

  • account_circle Naw
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • comment 0 komentar

BMKG Juanda memperingatkan cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga 10 Januari 2026. Waspadai hujan lebat, angin kencang, dan banjir.

NEWSTUJUH.COM,  SURABAYA  — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem bagi masyarakat Jawa Timur pada periode awal hingga 10 Januari 2026.

Peringatan ini disampaikan seiring sejumlah wilayah di Jawa Timur yang telah memasuki puncak musim hujan, sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.

Dikutip NEWSTUJUH.COM , Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa hasil pemantauan atmosfer menunjukkan adanya peningkatan signifikan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

Aktifnya Monsun Asia,

Gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah,

Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang diperkirakan melintas di Jawa Timur,

Suhu muka laut di perairan selatan Madura yang relatif hangat.

“Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif dan berpotensi memicu hujan lebat disertai petir serta angin kencang,” ujar Taufiq Hermawan.

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di berbagai wilayah dan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

BMKG Juanda menyebutkan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode awal hingga 10 Januari 2026, antara lain:

Wilayah Kabupaten

Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Wilayah Kota

Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

BMKG menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat berkembang secara dinamis, sehingga masyarakat diminta terus memantau informasi resmi.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mitigasi bencana secara mandiri, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor.

Warga juga disarankan untuk:

  • Menghindari aktivitas di wilayah lereng curam, perbukitan, dan tebing,

  • Waspada terhadap pohon tumbang dan genangan air,

  • Memperhatikan kondisi cuaca sebelum bepergian.

Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperkuat koordinasi serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan.

“Kewaspadaan bersama diharapkan dapat meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem di Jawa Timur,” pungkas Taufiq Hermawan.

  • Penulis: Naw
  • Editor: Nur Ulfa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less