Dampak Putus Cinta Pada Kesehatan dan Mengatasinya
- account_circle Hery
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

Breakup, broken couple or couple relationship, unhappy love, isometric broken heart shape and sad couple. (Gambar Ilustrasi)
Putus cinta tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Simak dampak putus cinta serta tips move on dari patah hati agar tetap sehat dan bangkit kembali.
NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Putus dengan seorang yang sangat di sayang tentu terasa menyakitkan, pengalaman seperti ini tidak hanya membebani pikiran kita, hal tersebut juga mempengaruhi kondisi fisik bagi siapapun yang sedang dilanda putus cinta. Meski demikian hidup terus berjalan berikut kami rangkum berbagai cara untuk move on dari patah hati agar hidup tidak terasa sesak akibat putus cinta.
Putus cinta terasa seperti mencabut plaster pada luka yang masih menganga terasa perih, sakit, dan nyeri. Perasaan sedih, marah, kecewa tentu terngiang di kepala dalam waktu yang tidak singkat tergantung pada kondisi seseorang yang sedang di landa patah hati. Akan tetapi jangan menganggap remeh perasaan putus cinta karena rasa sakit yang di akibatkan putus cinta dapat berdampak pada Kesehatan fisik maupun mental.
Dari keterangan narasumber seorang Gadis dari Desa Sangen yang bernama Hera yang saat ini sedang di landa putus cinta ia mengalami berbagai dampak secara fisik maupun mental ia menjelaskan.
“Saya sudah putus sejak tanggal 20 November tahun kemarin namun sampai saat ini perasaan saya masih merasa sakit, dan sampai sampai saya tidak nafsu makan hampir 1 bulan, dari kejadian itu saya jadi harus berobat di karenakan asam lambung saya naik.” Ujar Hera.
Dari yang di alami Hera banyak beragam dampak putus cinta. Putus cinta tidaklah mudah dan begitu menyakitkan. Meski beberapa orang dapat menerima kenyataan dan move on dengan cepat, tetapi ada pula yang sampai mengalami depresi.
Risiko tersebut dapat makin tinggi jika putus terjadi tiba-tiba tanpa adanya closure. Bahkan, putus cinta diduga dapat menyebabkan perubahan fungsi kognitif (fungsi kinerja otak).
Sedih dan emosi merupakan reaksi normal yang dialami seseorang ketika putus cinta.
Namun, putus cinta sebenarnya dapat menimbulkan dua jenis reaksi mengutip dari laman www.alodokter.com yaitu reaksi sehat dan tidak sehat. Berikut ini adalah reaksi putus cinta yang sehat : marah & frustasi, menangis, sedih, takut, insomnia, kehilangan minat semangat dalam beraktivitas.
Keadaan tersebut dapat berangsur membaik seiring berjalannya waktu untuk pulih dari rasa patah hati.
Rentang waktu untuk move on seseroramg dari putus cinta pun beragam sesuai kondisi dan cara menghadapi masing masing individu.
Sedangkan reaksi putus cinta yang tidak sehat adalah ketika seseorang merasa sakit hati dan kesedihan secara berlarut larut justru hal tersebut malah membuat memeperparah keadaan sakit dalam diri sendiri.
Dan berikut tips Langkah – Langkah move on yang di lakukan Hera selama menjalani proses move on :
• Menerima kenyataan bawasannya hubungan sudah berakhir
• Meluangkan waktu untuk diri sendiri seperti melakukan hobi baru salah satunya memancing
• Menjaga jarak : hapus, unfoll, block
• Jangan melakukan hal atau ngobrol yang memicu mengingat mantan
• Mencoba Kembali bersosialisasi
• Tetap bersikap baik dan berpikiran positif
“Itu lah kiat saya untuk melolosakan diri dari rasa patah hati, mungkin Sebagian orang di luar sana sedang di landa patah hati bisa melakukan hal – hal yang lebih positif untuk kebaikan keberlangsungan hidup diri sendiri, dan tentu hidup di dunia tidak hanya melulu tantang dunia percintaan saja.” Tutupnya.
- Penulis: Hery
- Editor: Nur Ulfa

Saat ini belum ada komentar