Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jawa Timur » Fenomena Penari Jatilan Kesurupan di Tengah Tradisi Budaya Jawa

Fenomena Penari Jatilan Kesurupan di Tengah Tradisi Budaya Jawa

  • account_circle Hery
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • comment 0 komentar

NEWSTUJUH.COM  |  MADIUN – Pertunjukan Jatilan atau Jathilan, kesenian rakyat khas Jawa yang menampilkan tarian prajurit dengan kuda anyaman bambu (ebeg), selalu menarik perhatian karena fenomena penari yang kesurupan. Fenomena ini kerap dianggap sebagai bagian penting dari tradisi spiritual masyarakat Jawa.

Dalam banyak pertunjukan, penari tampak kehilangan kesadaran normalnya, menari dengan gerakan spontan, dan kadang menunjukkan kekuatan fisik luar biasa. Kejadian itu sering disebut sebagai “terisi” atau “ketiban wahyu”, menggambarkan hadirnya kekuatan supranatural dalam diri sang penari.

Antara Trance dan Kondisi Psikologis Penari. Fenomena kesurupan dalam Jatilan sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah melalui kondisi yang disebut trance. Menurut ahli antropologi budaya Jawa, Dr. Koentjaraningrat (1994) dalam bukunya Kebudayaan Jawa, keadaan trance merupakan “bentuk perubahan kesadaran yang muncul karena pengaruh musik, sugesti, dan energi kolektif dalam suatu upacara atau pertunjukan.”

Irama gamelan yang menghentak, bunyi kendang yang konstan, serta suasana ritual yang sakral dapat membawa penari pada kondisi kesadaran yang berubah (altered state of consciousness). Dalam kondisi tersebut, penari dapat menari tanpa sadar dan mengikuti irama dengan intensitas tinggi.

Bagi masyarakat Jawa, keadaan ini bukanlah sekadar hiburan, tetapi bagian dari ungkapan spiritual dan penghormatan terhadap leluhur.

Jatilan Sebagai Cerminan Spiritualitas dan Kebersamaan. Menurut Sri Teddy Rusdy (2006) dalam buku Seni Tradisi dan Spiritualitas Jawa, Jatilan mencerminkan “hubungan harmonis antara manusia dan kekuatan gaib yang diyakini menjaga keseimbangan alam.”
Ia menjelaskan bahwa fenomena kesurupan dalam Jatilan merupakan bentuk ekspresi kolektif spiritual masyarakat pedesaan Jawa yang sarat dengan simbol-simbol mistis dan religius.

Dalam konteks budaya, penari yang kesurupan dianggap menjadi media antara dunia manusia dan dunia spiritual. Karena itu, setiap pementasan selalu diawasi oleh pawang atau sesepuh adat untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjadi hal-hal berbahaya.

Fenomena Penari Jatilan Kesurupan: Antara Trance, Tradisi, dan Mitos Spiritual Jawa.

Fenomena Penari Jatilan Kesurupan: Antara Trance, Tradisi, dan Mitos Spiritual Jawa.

Fakta dan Mitos Seputar Kesurupan Penari Jatilan dari sisi ilmiah, kesurupan dapat disebabkan oleh:

  1. Kondisi trance akibat ritme musik dan gerak tubuh yang berulang.

  2. Sugesti kolektif dari penonton dan lingkungan ritual.

  3. Keterampilan akting dan disiplin tubuh penari yang terlatih.

Namun dari sisi mitos dan kepercayaan masyarakat, kesurupan penari Jatilan dianggap sebagai manifestasi kekuatan roh leluhur atau penjaga gaib. Sebagian penonton percaya penari bisa memiliki kemampuan luar biasa—seperti memakan kaca, kebal terhadap api, atau memiliki kekuatan fisik tak wajar.

Kepercayaan ini sudah berakar sejak masa kerajaan Jawa kuno, di mana tarian Jatilan menjadi simbol pengabdian prajurit kepada raja dan kekuatan ilahi.

Makna dan Nilai Budaya di Balik Kesenian Jatilan lebih dari sekadar pertunjukan, Jatilan mengandung pesan gotong royong, spiritualitas, dan penghormatan terhadap alam. Musik gamelan, kostum prajurit, serta kuda kepang yang digunakan mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekuatan simbolik dalam budaya Jawa.

Menurut Dr. Bambang Murdoko (2018) dalam Ritual dan Kesenian Rakyat Jawa Tengah, “Jatilan bukan hanya hiburan, tetapi juga media komunikasi spiritual antara manusia dengan kekuatan yang lebih tinggi. Dalam kesurupan, manusia belajar melepaskan ego dan berserah kepada semesta.”

Tradisi ini hingga kini tetap lestari, terutama di daerah-daerah seperti Kulon Progo, Magelang, dan Gunungkidul. Setiap pertunjukan selalu menjadi magnet wisata budaya, menyatukan unsur hiburan, spiritualitas, dan sejarah leluhur Jawa.

Referensi Buku:

  • Koentjaraningrat (1994). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Sri Teddy Rusdy (2006). Seni Tradisi dan Spiritualitas Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya.

  • Bambang Murdoko (2018). Ritual dan Kesenian Rakyat Jawa Tengah. Surakarta: UNS Press.

  • Penulis: Hery
  • Editor: Narulata

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wayang Babad Kartasura Hidupkan Sejarah Kraton dan Perkuat Pelestarian Budaya

    Wayang Babad Kartasura Hidupkan Sejarah Kraton dan Perkuat Pelestarian Budaya

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Yus
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Newstujuh.com, KARTASURA – Wayang Babad Kartasura, sebuah karya seni pertunjukan inovatif, hadir sebagai media edukasi sejarah sekaligus sarana pelestarian budaya yang berkaitan dengan keberadaan Kraton Kartasura. Gagasan Wayang Babad Kartasura pertama kali diinisiasi oleh pengamat sejarah dan budaya, Dr. H. Djuyamto, S.H., M.H., kemudian diwujudkan bersama para seniman, budayawan, dan ahli sejarah seperti Ki Wahyu […]

  • Palestina Merdeka , Ribuan Warga Dan Advokasi Israel Tanda Tangani Petisi

    Palestina Merdeka , Ribuan Warga Dan Advokasi Israel Tanda Tangani Petisi

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Naw
    • visibility 189
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM , Menjelang Sidang Umum PBB di New York pada 22 September mendatang , sebuah kelompok advokasi Israel dan ribuan warga menandatangani petisi yang menyerukan kemerdekaan dan pengakuan terhadap negara Palestina serta penghentian perang di Gaza. Petisi itu digagas oleh Zazim, sebuah gerakan akar rumput Yahudi-Arab, yang menyatakan inisiatif tersebut bertujuan menyampaikan “pesan jelas dan bersatu […]

  • Warga Desa Dempelan Madiun ketika audensi dengan pihak Desa di joglo kantor Desa Dempelan (Foto : Zack,NewsTujuh)

    Warga Dempelan Madiun Geruduk Kantor Desa, Tuntut Bendahara Lengser

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 167
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM , MADIUN – Ratusan warga Desa Dempelan, Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Dempelan. Mereka menuntut Bendahara Desa, Tatik Puji Rahayu S.Pd, mundur dari jabatannya karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana desa,Kamis (28/08). Aksi yang dipimpin Ketua Forum Masyarakat Dempelan, Suwarno alias Jeger, diikuti sekitar 300 orang. Massa […]

  • Abimanyu Fest 2025

    Dari Tari hingga UMKM, Abimanyu Fest 2025 Jadi Wajah Baru Semangat Pemuda Semarang

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Nvl
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Abimanyu Fest 2025 di Pendrikan Lor, Semarang, jadi momentum Sumpah Pemuda untuk menghidupkan budaya lokal, memberdayakan UMKM, dan memperkuat semangat kebersamaan warga. Festival ini menampilkan tari, kirab budaya, dan potensi ekonomi kreatif yang memikat. SEMARANG – Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, warga Pendrikan Lor, Kota Semarang, menggelar Abimanyu Fest 2025, sebuah festival kebudayaan yang […]

  • Gus Yahya

    Gus Yahya Diberi Tenggat Waktu 3 Hari Mundur Sebagai Ketum PBNU, Ini Reaksinya

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Naw
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Rapat Harian Syuriyah PBNU meminta Gus Yahya mundur dalam 3 hari. Namun Ketua Umum PBNU itu menegaskan rapat tersebut tidak punya kewenangan berdasarkan AD/ART. Simak penjelasan lengkapnya: NEWSTUJUH.COM , SURABAYA – Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, diminta mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan itu tertuang dalam keputusan resmi Rapat Harian Syuriyah PBNU […]

  • Petarung asal Tasikmalaya, Redho Rocky, menjalani debut internasional di ONE Friday Fights 127 di Lumpinee Stadium Bangkok melawan Fahlikit NayokJoyprajin. (Foto : Wly, NewsTujuh)

    Redho Rocky Siap Ukir Sejarah di ONE Friday Fights 127 Bangkok

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle WLY
    • visibility 127
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM | BANGKOK – Jagoan muda asal Tasikmalaya, Mohamad Redho alias Redho Rocky, bakal menapaki momen terpenting dalam kariernya saat melakoni debut di ONE Friday Fights 127 pada Jumat (3/10/2025) di Lumpinee Stadium, Bangkok. Petarung 26 tahun yang dijuluki Sunda Pride dan Rodtang Tasik ini akan bentrok dengan jagoan tuan rumah, Fahlikit NayokJoyprajin, dalam duel kelas […]

expand_less