Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Siswa 13 tahun dan Satu Remaja Luka Parah
- account_circle Hery
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Petugas Polres Ponorogo melakukan identifikasi di lokasi ledakan petasan, Desa Ploso Jenar Kauman yang menewaskan seorang siswa.(Foto : Her, NewsTujuh)
Ledakan petasan di Ponorogo menewaskan siswa 13 tahun dan lukai remaja 17 tahun hingga 90 persen, rumah rusak parah. Polisi selidiki dugaan petasan rakitan.
NEWSTUJUH.COM, PONOROGO – Ledakan petasan yang sangat kuat mengguncang rumah milik Sdri. Minten di Dukuh Cuwet, Desa Ploso Jenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo pada hari Minggu (01/02) sekitar pukul 17.15 WIB. Kejadian tragis ini menelan satu korban jiwa dan membuat satu orang lain menderita luka bakar parah.
Berdasarkan laporan awal dari Polsek Somoroto yang diterima Kapolres Ponorogo, korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP) adalah Rifa Kurnia Putra (13 tahun), pelajar yang berdomisili di alamat yang sama dengan TKP. Korban kedua, Ahmat Fato’ani (17 tahun), karyawan swasta dari Dukuh Lor Kali, Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengalami luka bakar hingga 90% dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.
Rumah milik Sdri. Minten – yang juga merupakan ibu dari korban Rifa Kurnia Putra – mengalami kerusakan parah hingga 80%, terutama pada bagian genting, jendela, dan pintu akibat gaya ledak yang besar.
Dua saksi yang memberikan keterangan menyampaikan kronologi kejadian. Menurut Wibowo (47 tahun), warga yang tinggal di rumah sebelah barat TKP, sekitar pukul 17.15 WIB terdengar suara ledakan keras diikuti asap tebal yang keluar dari lokasi kejadian. Ia juga mendengar suara tangisan dari keluarga korban dan melihat korban tergeletak di luar rumah dengan bagian dapur depan roboh dan lampu mati total.
Saksi lain, Siswanto (58 tahun), perangkat desa dari Desa Carat, yang sedang melintas di sekitar lokasi saat kejadian terjadi, menyatakan menemukan dua orang korban tergeletak di luar rumah. Ia segera mendokumentasikan kejadian dan meminta bantuan warga sekitar untuk pertolongan pertama, sebelum Rifa Kurnia Putra dinyatakan meninggal oleh orangtua yang memberikan pertolongan.
Tindakan cepat telah dilakukan oleh pihak kepolisian, antara lain mengamankan TKP dengan memasang garis keamanan, menggevakuasi korban, mengamankan barang bukti berupa sisa kertas petasan, sisa bubuk mesiu, dan alat pembuat petasan jika ada. Tim Inafis Polres Ponorogo juga telah melakukan olah TKP awal dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membuat atau menggunakan petasan rakitan yang sangat berbahaya. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti ledakan dan apakah ada pihak yang bertanggung jawab.
Penulis Hery
Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.


Saat ini belum ada komentar