Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jawa Tengah » Metode Geodemografi , 98 Persen Warga Madiun Tolak Isu Ijazah Palsu Jokowi

Metode Geodemografi , 98 Persen Warga Madiun Tolak Isu Ijazah Palsu Jokowi

  • account_circle Naw
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • comment 0 komentar

Survei akhir 2025 melalui geodemografi di Madiun menunjukkan 97,6 persen warga tidak percaya isu ijazah palsu Jokowi meski terus digulirkan di ruang publik.

NEWSTUJUH.COM , MADIUN – Menjelang pergantian tahun menuju 2026, publik Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah isu nasional yang sempat menyita perhatian luas sepanjang 2025.

Salah satu yang paling kontroversial adalah tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang terus bergulir meski telah berkali-kali dibantah secara resmi.

Isu tersebut memantik reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan mengapa tudingan itu terus diangkat, padahal klarifikasi telah disampaikan oleh berbagai institusi negara. Untuk memotret sikap publik secara langsung, tim investigasi media NEWSTUJUH.COM bersama SEMERUPOS.COM melakukan survei geodemografi dengan metode wawancara dari pintu ke pintu di sejumlah komunitas warga.

Survei dilakukan di dua kecamatan yang mewakili wilayah kota dan kabupaten di Madiun, dengan melibatkan 300 responden. Hasilnya menunjukkan angka yang sangat tegas: 97,6 persen responden menyatakan tidak mempercayai isu ijazah palsu Jokowi, dengan margin of error sebesar 2,7 persen.

Temuan ini sejalan dengan hasil survei nasional yang sebelumnya dirilis LSI Denny JA pada pertengahan 2025, yang menyebutkan 74,6 persen publik Indonesia menolak mempercayai tudingan ijazah palsu tersebut, meski isu terus digoreng di ruang politik dan media sosial.

Padahal, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai institusi penerbit ijazah telah berulang kali menegaskan keaslian dokumen Jokowi. Bahkan, hasil uji forensik Polri turut memperkuat pernyataan tersebut.

Meski demikian, sejumlah pihak seperti Roy Suryo dan rekan-rekannya tetap melanjutkan tuduhan hingga berujung pada proses hukum.

Kasus ini kini berkembang ke ranah pidana dan perdata. Beberapa nama penuduh telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Sidang perdata terkait isu ijazah Jokowi juga telah digelar di Pengadilan Negeri Surakarta pada April 2025, disusul gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada Desember 2025.

Salah satu warga Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rahmad, menilai isu tersebut hanya menguras energi publik tanpa manfaat nyata.

“Isu ijazah palsu ini menurut saya cuma buang-buang tenaga. UGM sudah bicara jelas, tapi masih saja dipelintir,” ujarnya.

Rahmad juga mengaku heran dengan sikap Roy Suryo yang tetap bersikukuh, meskipun berasal dari almamater yang sama.

“UGM itu kampus besar dan kredibel. Aneh kalau pernyataannya justru tidak dipercaya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Nani, warga Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Ia mengaku sudah tidak lagi mengikuti pemberitaan terkait isu tersebut karena dinilai berulang dan melelahkan.

“Jujur saja, saya sudah bosan. Katanya mengatasnamakan rakyat, tapi saya rakyat juga dan tidak percaya ijazah Pak Jokowi palsu,” kata Nani.

Menurutnya, pernyataan resmi dari UGM, KPU, Bareskrim Polri, hingga pengadilan seharusnya menjadi rujukan utama publik.

“Kalau semua lembaga negara sudah menyatakan asli, lalu siapa lagi yang mau dipercaya?” tambahnya.

Nani menegaskan bahwa di lingkungannya, isu ijazah Jokowi nyaris tidak lagi menjadi bahan pembicaraan.

“Kalau palsu, mana mungkin bisa jadi wali kota, gubernur, sampai presiden dua periode,” pungkas Nani.

Hasil survei di Madiun ini menjadi cermin bahwa kepercayaan publik terhadap klarifikasi resmi negara masih sangat kuat. Di tengah derasnya arus disinformasi, masyarakat semakin selektif dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak didukung bukti hukum.

Menutup tahun 2025, temuan ini sekaligus menegaskan bahwa polemik ijazah Jokowi kian kehilangan relevansi di mata publik.

Temuan lapangan ini juga memperlihatkan adanya kejenuhan publik terhadap narasi konflik yang terus diulang tanpa perkembangan substansial.

Sebagian besar responden menilai isu ijazah palsu Jokowi lebih banyak diproduksi di ruang digital dan tidak lagi merepresentasikan kegelisahan nyata masyarakat. Fokus warga, menurut hasil survei, justru telah bergeser pada persoalan ekonomi, harga kebutuhan pokok, serta stabilitas sosial menjelang pergantian tahun.

Y Eko Setiawan, seorang pengamat komunikasi politik yang dimintai pendapat oleh tim investigasi menyebutkan bahwa isu ijazah palsu cenderung mengalami “kehilangan resonansi publik” karena telah berulang kali diuji secara hukum dan akademik.

Ketika klarifikasi institusional tidak lagi mampu memuaskan kelompok tertentu, narasi tuduhan berpotensi berubah menjadi konflik hukum semata dan bukan lagi isu kepentingan publik luas.

  • Penulis: Naw
  • Editor: Nur Ulfa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Super flu

    Waspada Super Flu, Lumajang Masih Nihil Kasus

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Naw
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Masuknya virus baru super flu di Indonesia,Kabupaten Lumajang tegaskan masih nihil kasus NEWSTUJUH.COM , LUMAJANG – Masyarakat diminta tetap waspada menyusul laporan masuknya super flu, varian baru virus influenza, ke Indonesia. Varian ini diketahui merupakan influenza A subtipe H3N2 subclade K yang disebut memiliki tingkat penularan lebih agresif serta bisa menjadi berat di kelompok rentan, […]

  • Walikota Madiun Drs.H Maidi (kiri) dan Danrem 081/DSJ Kolonel Untoro Haryanto (kanan) ketika rapat koordinasi forkopimda di GCIO (Foto : Yog,NewsTujuh)

    Forkopimda Kota Madiun Gelar Rakor Antisipasi Aksi Demo, Kapolres :Pelajar Jangan Terprovokasi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 75
    • 0Komentar

    NEWSTUJUH.COM , MADIUN– Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun menggelar rapat koordinasi di Gedung GCIO Diskominfo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (1/9/2025). Rapat ini digelar untuk menjaga kondusifitas wilayah dan merespons dinamika aksi demonstrasi yang marak terjadi di berbagai daerah, termasuk Kota Madiun. Sekitar 100 peserta hadir dalam forum ini, dipimpin Sekda Kota Madiun, Ir. Soeko […]

  • Kepala Desa Sogo beserta seluruh staf Pemerintah Desa Sogo mengucapkan Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia

    Kepala Desa Sogo beserta seluruh staf Pemerintah Desa Sogo mengucapkan Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Newstujuh.com, MADIUN – “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita terus bersatu, bekerja, dan berkarya demi kemajuan Desa Sogo, bangsa, dan negara tercinta. Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia — Terus Melaju untuk Indonesia Maju!”

  • Lokasi Groundbreaking SPPG di Kanigoro Kartoharjo Madiun (Foto : Pr , NewsTujuh)

    Groundbreaking SPPG Lapak Kampir Kanigoro, Wujud Sinergi Tingkatkan Gizi dan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 74
    • 0Komentar

    NewsTujuh.com , KOTA MADIUN – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Itwasum Polri bersama Pemerintah Kota Madiun menggelar peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Jumat (8/8/2025) sore. Acara yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Pol Prof. Dr. Edi Prasetyo, SH, MSI, MM ini dihadiri jajaran Forkopimda Kota Madiun, […]

  • Orkes Melayu Bhend Gedhe tampilkan lagu dangdut jadul di perayaan Hari Jadi Kartasura. (Foto : Yus, NewsTujuh)

    Pesta Rakyat Kartasura HUT ke-345 Berlangsung Meriah

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Yus
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pesta Rakyat Kartasura NEWSTUJUH.COM  , KARTASURA – Di bawah langit malam Kartasura yang bertabur bintang, perayaan Hari Jadi ke-345 kota ini mencapai puncaknya dengan gemuruh kegembiraan. Ratusan pasang mata dan hati memadati area depan petilasan Karaton Kartasura, larut dalam harmoni musik, tawa, dan kebersamaan. Suasana riuh rendah, berpadu dengan aroma kuliner khas dari bazar UMKM […]

  • DPRD dan Pemkab Tulungagung Setujui Ranperda Perubahan Pajak Daerah dan Retribusi

    DPRD dan Pemkab Tulungagung Setujui Ranperda Perubahan Pajak Daerah dan Retribusi

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle SpecialOne
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Newstujuh.com – Tulungagung, 10 Juni 2025 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung secara resmi memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda No. 11 Tahun 2023 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Persetujuan tersebut diumumkan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Graha Wicaksana DPRD […]

expand_less