Pemkot Madiun Salurkan 146 Ton Pupuk Gratis, Wali Kota Maidi: Petani Harus Diopeni
- account_circle HER
- calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
- comment 0 komentar

Pemkot Madiun salurkan 146 ton pupuk gratis untuk petani berbadan hukum. Wali Kota Maidi: petani harus diopeni demi ketahanan pangan daerah. (Foto : Dok, NewsTujuh)
NEWSTUJUH.COM | MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan daerah dengan menyalurkan 146,15 ton pupuk gratis kepada seluruh kelompok tani (poktan) yang sudah memiliki badan hukum Indonesia (BHI).
Penyaluran pupuk tersebut dilaksanakan pada Selasa, 28/10/2025, sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di wilayah Kota Madiun.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa bantuan pupuk gratis ini bukan sekadar bantuan rutin, tetapi merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan daerah.
“Ketahanan pangan kita harus kuat, petani kudu diopeni. Kalau petani tidak diperhatikan, ketahanan pangan kita rapuh. Itu bahaya,” ujar Maidi saat menyerahkan bantuan pupuk kepada perwakilan kelompok tani di Balai Pertanian setempat.
Maidi juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian, terutama saat memasuki musim kemarau. Langkah ini dilakukan agar produktivitas lahan pertanian tidak menurun akibat kekeringan.
“Kalau modal petani sudah cukup, tinggal bagaimana airnya bisa tercukupi agar pertanian tetap berjalan lancar. Pemerintah akan fokus pada pengairan dan infrastruktur pendukung pertanian,” imbuhnya.
Selain bantuan pupuk, Maidi juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan harga gabah kering panen (GKP) dari sebelumnya di bawah Rp 5.000 menjadi sekitar Rp 6.500 per kilogram.
Menurut Maidi, kebijakan tersebut memberikan dampak positif langsung terhadap kesejahteraan petani, terutama di wilayah Kota Madiun.
“Petani di Kota Madiun sangat berterima kasih kepada Pak Prabowo karena telah menaikkan harga gabah. Kenaikan ini membuat petani lebih semangat bekerja. Kami di pemerintah kota akan terus mendukung melalui berbagai program seperti subsidi pupuk dan bantuan pertanian lainnya,” kata Maidi.
Kebijakan nasional yang mendukung harga komoditas pangan, menurutnya, sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi petani dan mendorong produksi pangan lokal agar tetap berdaya saing.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Totok Sugiarto, menjelaskan bahwa program bantuan pupuk gratis tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar.
Totok memastikan bahwa seluruh bantuan akan disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukan, tanpa ada penyimpangan di lapangan.
“Kami pastikan 100 persen pupuk digunakan sesuai peruntukan. Proses distribusi diawasi langsung oleh babinsa, bhabinkamtibmas, pihak kelurahan, dan kecamatan agar tidak terjadi penyelewengan,” tegas Totok.
Ia menambahkan, DKPP juga melakukan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar penggunaan pupuk dilakukan sesuai kebutuhan tanah dan jenis tanaman, sehingga produktivitas pertanian di Kota Madiun semakin meningkat.
Penyaluran 146 ton pupuk gratis ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Madiun berkomitmen memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, diharapkan para petani di Kota Madiun bisa meningkatkan hasil panen, memperkuat kemandirian pangan, dan memperbaiki taraf hidup mereka.
Maidi menegaskan, keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada modal atau pupuk, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat.
Ia berharap seluruh kelompok tani dapat terus menjaga semangat untuk berproduksi dan berinovasi di bidang pertanian.
- Penulis: HER
- Editor: Narulata

Saat ini belum ada komentar