Polres Tulungagung Tunjukkan Kinerja Positif Sepanjang 2025, Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik Terus Menguat
- account_circle Bayu Krisna
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- comment 0 komentar

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan rilis akhir tahun 2025 terkait Kamtibmas dan kinerja kepolisian. (Foto : Bayu Krisna, NewsTujuh)
Polres Tulungagung menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025. Penyelesaian perkara meningkat, pelayanan publik menguat, dan prestasi nasional diraih.
NEWSTUJUH.COM, TULUNGAGUNG — Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung memaparkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sepanjang tahun 2025 dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang digelar di Gedung Sarja Arya Racana (SAR), Selasa (30/12/2025).
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa dinamika Kamtibmas selama 2025 menunjukkan peningkatan jumlah kasus kriminalitas. Namun, hal tersebut diimbangi dengan meningkatnya angka penyelesaian perkara serta menurunnya jumlah tersangka, yang mencerminkan kinerja kepolisian semakin efektif dan profesional.
Sepanjang 2025, Polres Tulungagung mencatat 423 kasus tindak pidana, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 383 kasus, atau naik sekitar 10 persen.
Meski demikian, kinerja penyelesaian perkara justru mengalami peningkatan signifikan.
“Pada tahun 2024 penyelesaian perkara sebanyak 393 kasus, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 441 kasus,” jelas AKBP Taat Resdi.
Yang menarik, jumlah tersangka justru mengalami penurunan. Jika pada 2024 tercatat 180 tersangka, maka pada 2025 turun menjadi 149 tersangka, atau menurun sekitar 17 persen.
Kapolres menegaskan bahwa peningkatan angka kriminalitas bukan disebabkan oleh manipulasi data, melainkan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat.
“Masyarakat kini semakin sadar pentingnya melapor. Apa pun kejadian yang dialami, dilaporkan kepada kepolisian,” ujarnya.
Kasus kriminal yang mendominasi sepanjang 2025 meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), penipuan, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kasus penipuan mengalami peningkatan hingga 33 persen, dengan mayoritas terjadi melalui media daring.
Sementara itu, meningkatnya kasus curanmor disebabkan faktor kelalaian, seperti kendaraan ditinggalkan dengan kunci masih tergantung atau tidak dikunci setang.
Sebaliknya, sejumlah kasus justru mengalami penurunan signifikan, di antaranya perlindungan anak, penganiayaan berat, pengeroyokan, perjudian, curas, dan pemerasan.
Polres Tulungagung juga mengungkap sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian publik sepanjang 2025, di antaranya:
Korupsi dana bergulir PNPM Mandiri Pedesaan di Kecamatan Pagerwojo (4 tersangka),
Korupsi Dana Desa, ADD, dan bagi hasil pajak (1 tersangka),
Peredaran minyak curah ilegal (1 tersangka),
Penyalahgunaan LPG subsidi (suntik LPG) (1 tersangka).
Dalam hal konflik yang melibatkan perguruan pencak silat, Polres Tulungagung mencatat nol kasus pidana sepanjang 2025. Padahal, pada 2024 terdapat 37 kasus dengan 67 tersangka.
Meski terdapat 19 konflik antarwarga perguruan, seluruhnya berhasil diselesaikan secara mandiri berdasarkan kesepakatan pimpinan perguruan pencak silat tanpa menempuh jalur hukum pidana.
Pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2025 mengalami lonjakan signifikan. Tercatat 144 kasus, naik 37 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 105 kasus.
Jumlah tersangka narkoba juga meningkat menjadi 183 orang, dengan Kecamatan Kedungwaru menjadi wilayah dengan jumlah tersangka terbanyak.
Kasus kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat 1.143 kejadian, meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru menurun dari 154 orang menjadi 147 orang.
Penindakan pelanggaran lalu lintas juga menurun drastis hingga 57 persen, yang menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.
Di bidang pelayanan publik, permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) melonjak 55,8 persen, dipicu kebutuhan administrasi PPPK, PPG, dan rekrutmen BUMN.
Jumlah personel berprestasi juga meningkat dari 206 personel pada 2024 menjadi 262 personel pada 2025.
Polres Tulungagung turut menghadirkan berbagai inovasi strategis, di antaranya:
Pembentukan Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Pencak Silat,
Bakti sosial di 19 kecamatan,
Pembangunan 22 sumur bor,
Penyelenggaraan Bhayangkara Tulungagung Balloon Festival 2025 yang dihadiri lebih dari 30.000 penonton.
Dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, Polres Tulungagung mencatat prestasi luar biasa di sektor ketahanan pangan. Serapan jagung Bulog mencapai 1.000,05 ton dari target 150 ton, atau setara 666 persen, sehingga menempatkan Polres Tulungagung sebagai peringkat pertama se-Polda Jawa Timur.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat,” pungkas AKBP Muhammad Taat Resdi.
- Penulis: Bayu Krisna
- Editor: Nur Ulfa

Saat ini belum ada komentar