Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Surabaya » Reses Anggota DPRD Surabaya Inisial “BI” Disorot Warga, Transparansi Anggaran Rp 22 Juta Dipertanyakan

Reses Anggota DPRD Surabaya Inisial “BI” Disorot Warga, Transparansi Anggaran Rp 22 Juta Dipertanyakan

  • account_circle Hery
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Reses anggota DPRD Surabaya inisial BI di Sidotopo Kulon disorot warga. Anggaran Rp 22 juta dipertanyakan karena peserta hanya terima roti dan Rp 50 ribu.

NEWSTUJUH.COM,  SURABAYA – Anggota DPRD Surabaya, inisial “BI”, lagi jadi sorotan! Resesnya di Balai RW 04, Sidotopo Kulon, dicibir warga. Kenapa? Katanya, anggaran reses yang kabarnya sampai Rp 22 juta, gak sebanding sama yang diterima warga. Cuma roti dan uang Rp 50 ribu.

Warga yang hadir sekitar 100 orang. Padahal, aturan reses DPRD itu kuota pesertanya bisa sampai 250 orang. Kalau anggarannya Rp 22 juta, berarti jatah per orang minimal Rp 88 ribu. Nah, kalau yang datang cuma 100 orang, harusnya jatah per orang bisa lebih dari Rp 300 ribu.

“Kami hanya dapat roti dan uang Rp 50 ribu. Kalau memang anggarannya sampai puluhan juta dan kuotanya ratusan orang, kami jadi bertanya-tanya ke mana sisanya,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

reses

Reses DPRD Surabaya Rp 22 juta dipertanyakan.

Warga lainnya juga mempertanyakan transparansi anggaran. Reses itu kan seharusnya forum serius buat nyerap aspirasi rakyat. Kalau pesertanya sedikit, fasilitas minim, tapi anggarannya gede, ya wajar kalau masyarakat curiga.

Secara aturan, reses DPRD itu harus dilaporkan, termasuk soal penggunaan anggaran. Nah, yang jadi pertanyaan sekarang:

– Apakah anggaran Rp 22 juta itu cuma pagu maksimal, atau memang realisasi penuh?
– Berapa jumlah peserta yang dicatat di laporan resmi? Beneran cuma 100, atau dimanipulasi jadi 250?
– Anggaran konsumsi dihitung berdasarkan kuota maksimal atau peserta yang beneran hadir?
– Kalau peserta gak sampai kuota, ada sisa anggaran yang dikembalikan ke kas daerah gak?
– Siapa pelaksana teknis kegiatan reses ini, dan bagaimana pertanggungjawabannya?

Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi dari si “BI” atau Sekretariat DPRD Surabaya. Warga Surabaya berhak tahu ke mana larinya duit rakyat! Jangan sampai reses yang seharusnya jadi ajang silaturahmi dan serap aspirasi, malah jadi ajang bancakan anggaran.

 

 

 

 

Wartawan : Naw
Hery Anggorowati News Tujuh

Penulis

Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less