Virus Nipah 2026: Gejala, Asal Usul, dan Resiko
- account_circle Naw
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Illustrasi Virus Nipah (Foto: Credit NewsTujuh)
Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia pada 2026 setelah kasus baru muncul di India dan Bangladesh. Konferensi pers WHO yang dikutip NewsTujuh dari AFP menyebut tiga kasus terbaru memicu kewaspadaan global.
NEWSTUJUH.COM, MADIUN- World Health Organization (WHO) kembali menyoroti perkembangan terbaru kasus Virus Nipah yang dilaporkan di sejumlah wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara pada awal 2026. Penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus.
Kilas Balik dan Perkembangan Terkini Virus Nipah
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada 1998 di Sungai Nipah, Malaysia, setelah wabah pada peternakan babi yang kemudian menular ke manusia dan menyebar hingga Singapura.
Dalam beberapa bulan terakhir, laporan kasus baru muncul di India dan Bangladesh. WHO menyatakan risiko penyebaran global masih tergolong rendah, namun tetap perlu kewaspadaan karena angka kematian infeksi Nipah berkisar antara 40–75 persen, tergantung pada kualitas layanan kesehatan dan deteksi dini.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Jenewa menegaskan bahwa kemunculan beberapa kasus terbaru telah memicu perhatian internasional. Dalam konferensi pers tersebut, yang dikutip NewsTujuh dari AFP, Tedros menyebutkan bahwa tiga kasus terbaru dua di India dan satu di Bangladesh menjadi sorotan utama dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran lebih luas, meskipun situasinya masih dalam pemantauan ketat otoritas kesehatan global.
Asal Usul Virus Nipah
Virus Nipah berasal dari kelelawar buah (famili Pteropodidae) yang menjadi reservoir alami virus. Penularan dapat terjadi melalui beberapa jalur:
Kontaminasi makanan atau minuman oleh air liur, urine, atau sisa buah yang telah digigit kelelawar
Penularan dari hewan ternak yang terinfeksi ke manusia
Kontak erat dengan penderita yang sudah terinfeksi
Karena sifatnya zoonosis (menular dari hewan ke manusia), pengawasan kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan.
Gejala Awal Infeksi Virus Nipah
Pada tahap awal, gejala infeksi Nipah sering menyerupai infeksi virus biasa, sehingga kerap tidak terdeteksi sejak dini.
Gejala umum meliputi:
Demam tinggi mendadak
Sakit kepala dan nyeri otot
Batuk dan sakit tenggorokan
Lemas dan menggigil
Mual, muntah, atau diare
Sebagian pasien juga dapat mengalami gangguan pernapasan akut. Dalam kasus berat, virus dapat menyebabkan ensefalitis (peradangan otak) yang berujung pada penurunan kesadaran, kejang, hingga koma.
Beberapa individu bahkan bisa tidak menunjukkan gejala pada tahap awal (OTG), namun tetap berisiko mengalami perburukan kondisi secara cepat.
Resiko Serius Virus Nipah pada Anak-Anak
Infeksi Virus Nipah pada anak memerlukan perhatian khusus. Sejumlah laporan ilmiah, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional seperti The Lancet Infectious Diseases, menunjukkan bahwa anak dapat mengalami perburukan lebih cepat ketika virus menyerang sistem saraf pusat.
Pada anak, komplikasi dapat berupa:
Gangguan pernapasan berat
Peradangan otak
Kejang
Penurunan kesadaran
Risiko kegagalan organ
Orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala berikut, terutama setelah bepergian ke wilayah terdampak atau kontak dengan hewan berisiko:
Demam tinggi mendadak
Sesak napas atau batuk berat
Muntah berulang dan dehidrasi
Anak tampak sangat lemas, mengantuk berlebihan, atau mengalami kejang
Belum Ada Vaksin dan Obat Khusus untuk Virus Nipah
Berbeda dengan beberapa penyakit virus lain yang telah memiliki vaksin, hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus spesifik untuk Virus Nipah.
Penanganan medis masih bersifat suportif, yaitu:
Menjaga fungsi organ vital
Memberikan terapi cairan
Mengontrol pernapasan
Mengatasi komplikasi
Karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kematian.
Upaya Pencegahan Virus Nipah yang Disarankan
Untuk mengurangi risiko infeksi Virus Nipah, masyarakat disarankan:
Menghindari konsumsi buah yang telah tergigit hewan
Tidak mengonsumsi produk hewani mentah dari wilayah terdampak
Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
Menghindari kontak langsung dengan hewan liar, khususnya kelelawar
Mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan
Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat tenaga medis menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran virus berbahaya ini.
Penulis Naw
Wartawan kelahiran Madiun yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 2005 di Jakarta. Lulusan Sarjana Ekonomi, dan pernah bergabung di sebuah stasiun televisi sebagai operator teleprompter di awal tahunnya berkarir.



Saat ini belum ada komentar