Warga Prambon Trenggalek Terpaksa Gunakan Air Sumur Berwarna Kuning
- account_circle Bayu Krisna
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- comment 0 komentar

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, meninjau langsung lokasi krisis air bersih di RT 16 dan RT 17 setelah menerima laporan warga. (Foto : Bayu Krisna, NewsTujuh)
NEWSTUJUH.COM | TRENGGALEK – Kondisi memprihatinkan dialami warga Dusun Krajan, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Selama puluhan tahun, mereka hanya mengenal air sumur yang keruh, berwarna kekuningan, dan berbau logam menyengat. Bahkan, di permukaan air tampak kilauan minyak seperti limbah.
Warga telah terbiasa menunggu air mengendap selama dua hingga tiga hari sebelum digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak. Namun, ketika musim kemarau tiba, seluruh sumur mengering dan tak ada pilihan lain selain tetap menggunakan air tercemar itu.
“Airnya seperti berkarat dan berbau logam. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada sumber lain,” keluh Amin, warga setempat yang telah puluhan tahun hidup dengan kondisi ini.
Diduga Tercemar Endapan Logam dari Tanah dan Sungai Sekitar
Warga menduga pencemaran air berasal dari aliran sungai yang membawa lumpur dan kandungan logam dari area persawahan. Endapan itu kemudian meresap ke tanah dan mencemari sumber air bawah tanah yang digunakan masyarakat.
Kepala Dusun Krajan, Supriyanto, menjelaskan sedikitnya empat RT terdampak parah, yaitu RT 16, 17, 18, dan 19. Total lebih dari 60 kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Yang paling parah di RT 16. Ada lebih dari 30 KK, semua bergantung pada air sumur yang berbau logam itu,” ujarnya.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi Turun Langsung ke Lokasi
Kondisi tersebut membuat Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, turun langsung ke lokasi pada Kamis (30/10/2025). Ia meninjau titik krisis air bersih di RT 16 dan RT 17, sekaligus mendengarkan keluhan warga.
“Kita lihat sendiri airnya sangat keruh. Ini bukan dari bekas tambang, tapi faktor alam dan endapan tanah tinggi. Harus segera dicarikan solusi jangka panjang,” ujar Doding, yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek.
Solusi Sumur Dalam Jadi Harapan Warga

Puluhan tahun warga Dusun Krajan, Desa Prambon, Trenggalek, terpaksa menggunakan air sumur berwarna kuning dan berbau logam.
Menurut Doding, solusi terbaik adalah membangun sumur dalam di wilayah terdampak. Sebab, pipanisasi dan sambungan PDAM dinilai tidak memungkinkan karena jarak yang jauh.
“Solusi paling masuk akal adalah pembuatan sumur dalam. Warga bahkan bersedia menanggung biaya listrik untuk pompa airnya,” tegasnya.
Untuk kebutuhan sementara, pemerintah desa telah meminta bantuan pasokan air bersih dari BPBD Trenggalek, namun pengirimannya belum rutin.
“Bantuan air datang, tapi tidak setiap hari. Kami sudah usulkan sumur dalam agar warga punya sumber air yang layak,” jelas Supriyanto.
Harapan Warga Air Bersih Ada Sebelum Musim Kemarau Tiba
Warga berharap program pembangunan sumur dalam segera terealisasi sebelum musim kemarau tahun depan agar tidak lagi bergantung pada air berbau logam.
“Seumur hidup saya belum pernah merasakan air jernih dari tanah sendiri,” tutur Amin lirih. “Semoga nanti benar-benar ada perubahan.”
- Penulis: Bayu Krisna
- Editor: Narulata

Saat ini belum ada komentar