Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jawa Timur » Wartawan Diduga Diperlakukan Arogan oleh Oknum Pemdes dan Kades Waong Boyolangu Tulungagung

Wartawan Diduga Diperlakukan Arogan oleh Oknum Pemdes dan Kades Waong Boyolangu Tulungagung

  • account_circle Hery
  • calendar_month 8 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

Tiga wartawan mengaku mendapat perlakuan arogan dari oknum perangkat desa dan kepala desa Waong, Boyolangu, Tulungagung, saat menanyakan proposal kerja sama publikasi.

NEWSTUJUH.COM,  TULUNGAGUNG – Tiga wartawan yang datang dengan itikad baik ke kantor desa Waong kecamatan Boyolangu di wilayah Tulungagung mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari perangkat desa hingga kepala desa setempat. Kedatangan mereka yang semata-mata ingin mempertanyakan kepastian proposal kerja sama publikasi kegiatan desa justru berujung pada kekecewaan mendalam.

Datang Baik-Baik, Disambut Nada Tinggi
Kedatangan para wartawan tersebut bertujuan menanyakan tindak lanjut proposal kerja sama media yang telah diajukan sejak tahun lalu. Kerja sama itu berkaitan dengan publikasi kegiatan desa agar informasi pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

Namun saat menemui perangkat desa yang disebut menangani urusan media dan penyusunan jadwal publikasi, jawaban yang diterima justru di luar dugaan.

Menurut salah satu wartawan, perangkat desa tersebut langsung menjawab dengan nada keras bahwa kerja sama “tidak bisa”. Saat diminta penjelasan lebih lanjut apakah proposal ditolak atau hanya belum diproses, perangkat desa justru diduga mengomel dengan nada tinggi dan menyebut soal anggaran yang belum tersedia.

“Padahal kami hanya ingin kepastian. Kalau memang tidak di-ACC, atau giman, sampaikan dengan jelas. Kami bisa memahami. Tapi kenapa harus dengan nada emosi?” ujar salah satu wartawan dengan nada kecewa.

Akhirnya Dijelaskan, Tapi Terlanjur Menyakitkan

Setelah perdebatan singkat, perangkat desa akhirnya menyampaikan bahwa tahun ini hanya tujuh media yang diakomodir untuk kerja sama publikasi. Artinya, proposal ketiga wartawan tersebut belum dapat diterima.

“Kami sebenarnya hanya butuh kepastian. Kalau dari awal dijelaskan seperti itu, selesai. Tidak perlu ada nada tinggi dan omelan,” tambahnya.

Kades Diduga Menghindar
Situasi semakin memanas ketika perangkat desa mempersilakan wartawan untuk langsung menanyakan kepada kepala desa yang disebut berada di kantor.

Namun saat didatangi, ruang kerja kepala desa kosong. Salah satu wartawan mengaku sempat melihat kepala desa masuk ke ruangan lain dengan sedikit berlari.

Ketika ruangan tersebut didatangi dan wartawan mengucapkan salam, tidak ada jawaban. Bahkan saat ditanya secara langsung, “Apakah benar bapak kepala desa?”, yang bersangkutan tetap diam dan tidak memberikan respons, seperti orang tuna wicara.

Beberapa kali pertanyaan dilontarkan, namun kepala desa baru merespons dengan nada sewot dan justru balik bertanya mengenai maksud kedatangan mereka. Saat wartawan mencoba menjelaskan tujuan kedatangan secara baik-baik, kepala desa disebut tidak memberi ruang untuk berbicara secara utuh.

Kekecewaan Berat Tiga Wartawan
Peristiwa tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi tiga wartawan yang hadir. Mereka menilai sikap yang ditunjukkan tidak mencerminkan pelayanan publik yang terbuka dan profesional, terlebih terhadap insan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kami datang bukan untuk mencari masalah. Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik dan menanyakan kepastian kerja sama. Tapi perlakuan yang kami terima sangat mengecewakan,” ungkap salah satu dari mereka.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan tentang keterbukaan informasi publik di tingkat desa serta bagaimana seharusnya hubungan antara pemerintah desa dan media dibangun secara profesional dan saling menghargai.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepala desa terkait dugaan sikap arogan tersebut.

 

 

 

 

Wartawan : Bayu Krisna
Hery Anggorowati News Tujuh

Penulis

Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less