Kapolri resmikan desk ketenagakerjaan di 35 Polres, termasuk Polres Jombang, untuk memperkuat perlindungan hukum dan mempermudah buruh mengadukan pelanggaran hak pekerja.
NEWSTUJUH.COM, JOMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dijadwalkan meresmikan desk ketenagakerjaan di 35 kepolisian resor (Polres) yang dipusatkan di Polres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Pembentukan layanan ini bertujuan mempermudah pekerja memperoleh akses keadilan, khususnya dalam menghadapi persoalan hubungan industrial dan dugaan pelanggaran hak ketenagakerjaan.
Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengatakan kehadiran desk ketenagakerjaan di tingkat Polres diharapkan memberikan kemudahan bagi buruh untuk menyampaikan pengaduan dan memperoleh penanganan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya desk ketenagakerjaan di tingkat Polres, buruh akan semakin mudah mendapatkan keadilan. Mereka bisa datang ke Polres untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi,” kata Andi Gani dalam keterangannya di Jombang, Jumat.
Menurut Andi Gani, pembentukan desk ketenagakerjaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penguatan kapasitas penyidik hingga tingkat Polres agar penanganan perkara ketenagakerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Ia menilai percepatan pembentukan layanan tersebut mencerminkan komitmen kepolisian dalam memperluas akses perlindungan hukum bagi buruh di Indonesia. Andi Gani bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni, juga terus mengawal pengembangan desk ketenagakerjaan agar pelaksanaannya dapat menjangkau berbagai daerah.
Andi Gani menyebut penguatan perlindungan pekerja sejalan dengan Asta Cita ketiga Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk keberpihakan yang luar biasa terhadap buruh. Kami optimistis kehidupan pekerja Indonesia akan semakin maju dan terlindungi secara adil,” ujarnya.













