Pemkot Madiun Gelar Sosialisasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025
- account_circle Her
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar

Wali Kota Madiun bersama BPBD memberikan sosialisasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Lapangan Kanigoro, Kartoharjo. (Foto : Doc, NewsTujuh)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di Lapangan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo dan diikuti sebanyak 50 peserta.
NEWSTUJUH.COM , MADIUN – Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di Lapangan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan relawan kebencanaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Madiun Maidi, Kepala BPBD Kota Madiun, Tim BPBD Provinsi Jawa Timur, Plt. Camat Kartoharjo, Kepala Kelurahan Kanigoro, serta perwakilan RT, RW, PKK, Linmas, dan Karang Taruna.
Dalam sambutannya, Maidi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan pohon tumbang yang rawan terjadi saat musim hujan.
“Bencana alam itu tidak direncanakan, bisa datang sewaktu-waktu. Di Kota Madiun ancaman utamanya adalah pohon tumbang. Saya sudah memiliki tim pemantau, tolong setiap pohon yang rawan tumbang difoto dan segera dilaporkan ke BPBD,” ujarnya.
Maidi juga menambahkan bahwa genangan air yang masih terjadi di beberapa titik merupakan bagian dari proses pembangunan infrastruktur drainase kota. Namun, Pemkot Madiun terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan memperluas ruang terbuka hijau.
“Kota Madiun saat ini tercatat sebagai kota dengan udara terbersih nomor dua di Jawa. Itu karena banyak pohon ditanam di setiap sudut jalan. Mari kita jaga bersama lingkungan ini,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan dari Tim BPBD Provinsi Jawa Timur, yang memberikan materi seputar langkah-langkah pencegahan, penanganan, dan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi sendiri merupakan bencana yang disebabkan oleh faktor cuaca, iklim, dan air, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan.
BPBD Kota Madiun menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendeteksi dini potensi bencana di lingkungan sekitar.
“Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama. Jika masyarakat tanggap dan cepat melapor, potensi kerugian bisa diminimalisir,” ujar perwakilan BPBD Jatim.
Dengan kegiatan ini, Pemkot Madiun berharap kolaborasi antara pemerintah dan warga semakin kuat.
Langkah-langkah nyata seperti pemantauan lingkungan, perawatan pohon rawan tumbang, dan pembersihan saluran air diharapkan menjadi bagian dari budaya kesiapsiagaan di tingkat kelurahan.
Melalui edukasi berkelanjutan, BPBD Kota Madiun berkomitmen menjaga keselamatan warga sekaligus meningkatkan ketahanan kota terhadap risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
- Penulis: Her
- Editor: Narulata


Saat ini belum ada komentar