Beranda

Lima Fakta Mengejutkan Kepergian Guruh Soekarnoputra 

33
×

Lima Fakta Mengejutkan Kepergian Guruh Soekarnoputra 

Sebarkan artikel ini
Guruh Soekarnoputra
Lima fakta Alm Guruh Soekarnoputra (Foto: Newstujuh.com)

Guruh Soekarnoputra wafat pada usia 73 tahun. Berikut lima fakta tentang kepergian putra bungsu Bung Karno, dari kain terakhir hingga pemakamannya.

NEWSTUJUH.COM, JAKARTA – Kepergian Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggalkan duka bagi keluarga serta dunia seni Indonesia. Guruh wafat pada Sabtu, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun.

Di balik kepergiannya, sejumlah hal menarik tentang pesan terakhir, pemakaman, hingga perjalanan hidupnya menjadi perhatian. Berikut lima fakta yang mewarnai kepergian Guruh Soekarnoputra.

1. Kain terakhir yang memiliki nilai emosional

Guruh disebut telah mempersiapkan perlengkapan untuk pemakamannya sejak sebelumnya. Kain yang digunakan untuk membungkus jenazah memiliki nilai emosional karena berkaitan dengan perjalanan ibadah serta peninggalan sang ibu, Fatmawati.

Kain ihram yang digunakan saat umrah terakhirnya menjadi salah satu bagian yang menyertai prosesi pemakaman. Selain itu, kain batik peninggalan Fatmawati juga digunakan untuk menutupi jenazah Guruh.

2. Beristirahat di samping makam Fatmawati

Guruh dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Lokasi tersebut memiliki makna khusus karena berada di dekat makam ibundanya, Fatmawati.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari keinginan Guruh mengenai tempat peristirahatan terakhirnya. Ia akhirnya dimakamkan berdampingan dengan sosok ibu yang memiliki tempat penting dalam perjalanan hidupnya.

3. Wafat pada usia 73 tahun

Guruh Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi, 26 September 2026, sekitar pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Ia lahir pada 13 Januari 1953. Dengan demikian, Guruh meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah menjalani perjalanan panjang sebagai seniman sekaligus politikus.

4. Perpisahan dalam suasana keluarga

Prosesi pemakaman Guruh berlangsung dalam suasana duka dan kekeluargaan. Sejumlah anggota keluarga hadir memberikan penghormatan terakhir.

Megawati Soekarnoputri, kakak kandung Guruh, turut hadir dalam momen perpisahan tersebut. Kepergian adik bungsunya menjadi salah satu kehilangan besar bagi keluarga Soekarno.

5. Meninggalkan jejak panjang di dunia seni

Guruh dikenal luas sebagai salah satu tokoh seni dan budaya Indonesia. Sejak muda, ia aktif mengembangkan musik, tari, pertunjukan, serta berbagai karya yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.

Namanya juga tidak dapat dipisahkan dari Guruh Gipsy, proyek musik yang mempertemukan unsur musik modern dengan kekayaan musikal Indonesia. Karya tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia.

Selain berkarya di dunia seni, Guruh juga menjalani perjalanan panjang di dunia politik dan pernah duduk sebagai anggota DPR.

Kepergian Guruh Soekarnoputra bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Ia juga meninggalkan warisan karya dan gagasan yang menjadi bagian dari perjalanan seni budaya Indonesia.

Selamat jalan, Mas Guruh. Jejak karya dan pengabdianmu akan tetap dikenang.

Dilansir dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *