The Famous Club Rayakan Ultah ke-13 dengan Aksi Kemanusiaan di Panti Werdha Tangerang
- account_circle Wly
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- comment 0 komentar

The Famous Club rayakan ulang tahun ke-13 dengan bakti sosial Natal bersama lansia di Panti Werdha Tangerang. (Foto : Wly, NewsTujuh)
The Famous Club merayakan ulang tahun ke-13 dengan aksi kemanusiaan dan bakti sosial Natal di Panti Werdha Tangerang, menghadirkan kasih dan kepedulian bagi para lansia.
NEWSTUJUH.COM, TANGERANG — Perayaan Natal tidak selalu identik dengan gemerlap pesta dan kemewahan dekorasi. Bagi The Famous Club, Natal justru dimaknai sebagai momentum kemanusiaan dengan menghadirkan kasih di ruang-ruang sunyi kehidupan, yakni panti werdha tempat para lansia menjalani hari tua dengan keterbatasan, namun tetap menyimpan harapan akan perhatian dan kehadiran.
Makna tersebut diwujudkan melalui Bakti Sosial dan Perayaan Natal bersama lansia di Panti Werdha Marfati Tangerang dan Yayasan Sahabat Harapan Senja Tangerang, yang sekaligus menjadi rangkaian Anniversary ke-13 The Famous Club.
Ketua Panitia Bakti Sosial dan Anniversary ke-13 The Famous Club, Suriati, didampingi panitia lainnya seperti Lucky Tjoa, Tahir Liwang, Yuliana S, Meizhen, serta para donatur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun.
“Di usia The Famous Club yang ke-13, kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan kami sebagai komunitas untuk terus bertumbuh, bukan hanya dalam eksistensi, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan kepedulian nyata,” ujar Suriati.
Ia menambahkan, Natal menjadi momen untuk kembali pada esensi kemanusiaan yang sering terlupakan.

Panti Werdha Tangerang.
“Makna Natal yang sesungguhnya adalah hadir, peduli, dan berbagi kasih secara tulus kepada sesama,” tegasnya.
The Famous Club tidak hanya mengunjungi satu lokasi, tetapi dua tempat sekaligus, yakni Panti Werdha Marfati dan Yayasan Sahabat Harapan Senja.
Menurut Suriati, kedua lokasi tersebut dipilih karena para lansia membutuhkan perhatian langsung, bukan hanya bantuan logistik.
“Kami memilih panti werdha karena para lansia di sana sangat membutuhkan kehadiran, perhatian, dan sentuhan kasih secara langsung,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kepedulian tidak harus selalu dalam bentuk besar.
“Hadir, mendengar, dan meluangkan waktu sudah sangat berarti. Lansia bukan untuk dilupakan, tetapi dihormati dan dirangkul,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, The Famous Club menyalurkan bantuan hasil penggalangan donasi berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan harian. Namun yang paling penting, menurut Suriati, adalah kehadiran langsung anggota komunitas.
“Kami hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga kebersamaan, doa, dan interaksi hangat,” jelasnya.
Dampak kegiatan ini terasa langsung.
“Wajah para lansia terlihat lebih ceria. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai,” tambahnya.
Perayaan Natal bersama lansia ini memunculkan respons emosional mendalam.
“Mereka terlihat bahagia dan terharu. Kehadiran kami memberi penguatan bahwa mereka tidak sendiri,” tutur Suriati.
Menurutnya, Natal dalam konteks ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perayaan kemanusiaan dan empati.
Suriati juga menyoroti peran komunitas sosial dalam pembangunan kemanusiaan.
“Kami hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih personal. Bukan untuk menggantikan negara, tetapi melengkapinya,” ujarnya.
Kepada generasi muda, The Famous Club menyampaikan pesan kuat:
“Kepedulian dimulai dari hal kecil. Luangkan waktu, hadir, dan jangan acuh. Lansia tidak butuh dikasihani, tetapi dihargai dan ditemani.”
The Famous Club berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan.
“Kami ingin ini menjadi komitmen berkelanjutan, baik untuk panti werdha, panti sosial lainnya, hingga aksi kemanusiaan saat bencana,” tutup Suriati.
Ia merangkum seluruh makna kegiatan tersebut dalam satu kalimat:
“Kemanusiaan hadir saat kita mau meluangkan waktu, peduli, dan berbagi kasih kepada mereka yang sering terlupakan.”
- Penulis: Wly
- Editor: Nur Ulfa



Saat ini belum ada komentar