Jembatan Penghubung 3 Desa di Ngrencak Trenggalek Ambrol, Akses Warga Lumpuh Total
- account_circle Hery
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kondisi jembatan penghubung tiga desa di Ngrencak Trenggalek yang ambrol akibat banjir. (Foto : Bayu Krisna, NewsTujuh)
Jembatan penghubung 3 desa di Ngrencak, Trenggalek, ambrol akibat derasnya arus sungai. Akses warga terhenti, aktivitas pendidikan dan ekonomi terganggu.
NEWSTUJUH.COM, TRENGGALEK – Warga Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Trenggalek. Jembatan utama yang menjadi urat nadi penghubung tiga desa ambrol diterjang derasnya arus sungai. Akibatnya, akses vital bagi warga lumpuh total. Kamis sore (29/1/2026), pukul 18.30 WIB kemarin.
Jembatan yang terletak di RT 28 RW 11, Dukuh Sayuran Sampang, Dusun Kasihan, Desa Ngrencak ini, bukan sekadar jembatan biasa. Ia adalah penghubung antara Desa Ngrencak dengan Desa Barang dan Desa Cakul.
Lebih dari itu, jembatan ini juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk mengakses fasilitas pendidikan, kegiatan perekonomian, hingga layanan kesehatan yang terhubung langsung dengan jalur provinsi Jawa Timur.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan yang cukup parah pada bagian pondasi jembatan. Susunan batu penahan terlihat runtuh dan terbawa arus sungai yang ganas. Kondisi ini membuat struktur jembatan menjadi sangat berbahaya dan tidak dapat dilalui oleh masyarakat.
Agung Susilo, Kepala Desa Ngrencak, mengungkapkan betapa besar dampak ambrolnya jembatan ini terhadap aktivitas warga.
“Jembatan ini adalah akses utama mobilitas masyarakat antar desa. Sekarang, untuk sementara tidak bisa dilewati. Aktivitas warga sangat terganggu karena harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang,” ujarnya dengan nada prihatin.

Jembatan ambrol di Ngrencak Trenggalek.
Menurut penuturan Agung, sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Akibatnya, debit air sungai meningkat drastis dan arusnya menjadi sangat deras. Diduga, arus deras inilah yang mengikis pondasi jembatan hingga akhirnya tidak mampu menahan beban dan ambrol.
Namun, semangat gotong royong warga Ngrencak patut diacungi jempol. Sebagai langkah darurat, mereka bersama pemerintah desa berinisiatif membuat penyangga sementara menggunakan batang pohon kelapa. Tujuannya adalah untuk menopang bagian jembatan yang rusak agar tidak semakin parah.
“Ini hanya langkah sementara sambil menunggu penanganan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait,” imbuh Agung. “Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jembatan ini.”
Pemerintah desa telah melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi berwenang agar segera dilakukan peninjauan teknis dan penanganan permanen. Mengingat jembatan ini merupakan jalur strategis penghubung antar desa sekaligus akses menuju jalur provinsi, masyarakat berharap adanya respon cepat dari pemerintah daerah.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan memperlambat aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga roda perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri melintasi jembatan demi menghindari potensi kecelakaan, mengingat kondisi struktur yang masih rawan. Semoga pemerintah segera memberikan solusi terbaik agar akses vital ini dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.
Wartawan : Bayu Krisna
Penulis Hery
Hery Anggorowati/HeranosLahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Saat ini belum ada komentar