Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jawa Tengah » Ngabuburit Ramadhan 2026 di Boyolali: Wayang Golek Pitutur Hidupkan Masjid At-Taqwa Bayangkhara

Ngabuburit Ramadhan 2026 di Boyolali: Wayang Golek Pitutur Hidupkan Masjid At-Taqwa Bayangkhara

  • account_circle Hery
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Ngabuburit Ramadhan 2026 di Masjid At-Taqwa Bayangkhara Boyolali dimeriahkan wayang golek pitutur Ki Ustad Pujiono dengan lakon Sultan Trenggono Kesultanan Demak.

NEWSTUJUH.COM,  BOYOLALI – Ahad, 1 Maret 2026, suasana sore Ramadhan di Masjid At-Taqwa Perum Bayangkhara, Siswodipuran, Boyolali terasa berbeda. Ratusan jamaah memadati halaman masjid untuk mengikuti kegiatan Ngabuburit dan Buka Bersama yang dikemas unik melalui pertunjukan wayang golek pitutur bersama Ki Ustad Pujiono, Mudir PonpesMU Manafiul Ulum Sambi.

Dengan lakon “Kejayaan Kerajaan Islam Demak Sultan Trenggono”, Ki Ustad Pujiono menghadirkan kisah kepemimpinan gemilang Sultan Trenggono, sultan ketiga dari Kesultanan Demak yang berhasil membawa Demak pada masa kejayaan. Dalam balutan bahasa yang ringan, humoris, namun sarat makna, beliau mengajak jamaah meneladani semangat dakwah, persatuan, dan keberanian para pemimpin Islam terdahulu.

Wayang golek pitutur yang ditampilkan bukan sekadar hiburan menanti waktu berbuka, namun menjadi media dakwah yang menyentuh semua kalangan—dari anak-anak hingga orang tua. Gelak tawa sesekali pecah ketika Ki Ustad menyelipkan sindiran halus tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan semangat membangun peradaban Islam dari lingkungan terkecil, yakni masjid dan keluarga.

Ketua Panitia, Wahyu Haryadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan ini. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin Ramadhan untuk mempererat silaturahmi warga Perum Bayangkhara.

ngabuburit

Ratusan Jamaah Padati Masjid At-Taqwa, Dakwah Kreatif Lewat Lakon Sultan Trenggono.

Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Agus Prawoto, juga mengapresiasi antusiasme jamaah. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat kegiatan umat, bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat ilmu, budaya, dan kebersamaan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Ketua RT 3 Bapak Sarfan, Ketua RT 4 Safyani, Ketua RT 5 Sri Handayani, serta Bapak Sholikin. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang membangun karakter dan spiritualitas warga.

Menjelang adzan Maghrib, suasana semakin khidmat. Doa dipimpin langsung oleh Ki Ustad Pujiono, memohon keberkahan Ramadhan dan persatuan umat. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban.

Ngabuburit dengan wayang golek pitutur ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikemas kreatif dan menyenangkan, tanpa kehilangan kedalaman makna.

Ramadhan pun terasa lebih hidup, lebih berilmu, dan lebih membumi di tengah masyarakat

 

 

 

 

 

Wartawan : Nugie
Hery Anggorowati News Tujuh

Penulis

Hery Lahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

expand_less