PBI Eropa Gelar “Kebaya Night” di Italia, Teguhkan Identitas Budaya Indonesia di Panggung Internasional
- account_circle Hery
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

PBI Eropa menggelar Kebaya Night di Treviso Italia sebagai diplomasi budaya Indonesia. (Foto : NewsTujuh)
PBI Eropa menggelar Kebaya Night di Treviso, Italia, sebagai diplomasi budaya untuk memperkuat identitas kebaya di panggung internasional.
NEWSTUJUH.COM, ITALIA – kembali menjadi saksi bisu keanggunan kebaya. Pada tanggal 2 Februari 2026, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa sukses menggelar “Kebaya Night” di Feria Restaurant, sebuah restoran yang namanya sudah malang melintang di Michelin Guide. Acara ini bukan sekadar perayaan, tapi juga wujud nyata diplomasi budaya yang patut diapresiasi. Senin (2/02) kemarin.
Mengapa demikian? “Kebaya Night” adalah langkah konkret dalam mempromosikan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia di kancah internasional. Ajang ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan PBI Eropa ke UNESCO pada Februari 2025, serta momen untuk merayakan ditetapkannya Hari Kebaya Nasional oleh Pemerintah Indonesia.
Acara yang digagas oleh PBI Eropa ini mendapat dukungan penuh dari KBRI Roma, istri pendamping Dubes KBRI Vatikan, para penggiat budaya, serta mitra bisnis dari Indonesia dan Italia. Bayangkan saja, PBI Eropa kini merangkul perwakilan dari 23 negara! Sementara “Kebaya Night” dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara, mulai dari Belanda hingga Vatikan. Luar biasa, bukan?
Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, dalam sambutannya menyampaikan pesan yang sangat mendalam. “Bagi bangsa Indonesia, kebaya bukan hanya busana, melainkan identitas, sejarah, dan narasi tentang perempuan Indonesia—tentang keanggunan yang berpadu dengan keteguhan, serta tentang tradisi yang terus hidup dan berkembang seiring zaman,” tuturnya dengan penuh semangat.
Ibu Atie Nitiasmoro pun menambahkan bahwa kampanye berkebaya bertujuan untuk mengembalikan identitas bangsa serta menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme di tengah arus modernisasi yang semakin deras.

PBI Eropa Kebaya Night di Italia.
Christiana D. Streiff, Ketua PBI Eropa, dengan tegas menyatakan komitmen organisasi untuk terus mengangkat kebaya ke panggung dunia. “Kami berkomitmen memperkuat posisi kebaya sebagai identitas budaya nasional yang berkelas global,” ujarnya.
“Kebaya Night” dihadiri oleh sekitar 50 tamu undangan, termasuk Ibu Gloria Gigante (Konsul Kehormatan di Trieste), para pelaku bisnis mode, serta masyarakat diaspora Indonesia dari berbagai penjuru Eropa.
Rangkaian acara pun sangat beragam dan menarik. Ada peragaan busana yang menampilkan keindahan dan relevansi kebaya dalam konteks modern. Ada juga pertunjukan seni dari Cahaya, penyanyi muda berbakat jebolan The Voice Kids Spanyol dan Eurovision Junior Spanyol. Tak ketinggalan, eksibisi mini kain tradisional Indonesia dan dialog budaya, serta jamuan makan malam oleh Chef Marco Feltrin yang menutup sesi jejaring antar penggiat bisnis lokal dan internasional.
PBI Eropa, yang didirikan pada 6 November 2022 di Zurich, Swiss, memiliki visi yang sangat mulia: memperkenalkan kebaya sebagai jati diri perempuan Indonesia dan warisan bangsa yang harus dijaga serta digaungkan ke dunia. Sejak awal, PBI Eropa konsisten memperjuangkan penetapan Hari Kebaya Nasional dan aktif memperkenalkan kekayaan budaya ini kepada berbagai generasi. Sungguh inspiratif!
Wartawan : MKD
Penulis Hery
Hery Anggorowati/HeranosLahir di Madiun dan berlatar pendidikan SMK. Berpengalaman di bidang administrasi yang membentuk ketelitian dan disiplin kerja. Saat ini aktif menekuni dunia kepenulisan dengan gaya cair dan eksploratif. Menghadirkan karya yang komunikatif, relevan, serta mudah dipahami pembaca.

Saat ini belum ada komentar