Pendidikan

Mahasiswa Djava Legal dan LBH Madiun Gelar Pembelajaran IPS di Lapas Madiun

7
×

Mahasiswa Djava Legal dan LBH Madiun Gelar Pembelajaran IPS di Lapas Madiun

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa magang Djava Legal dan LBH Madiun mendampingi pembelajaran IPS warga binaan di Lapas Kelas IIA Madiun. (Her, NewsTujuh.com)

Mahasiswa Djava Legal dan LBH Madiun menggelar pembelajaran IPS bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Madiun bersama tutor PKBM Al-Mustofa.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN — Semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri tidak terhalang oleh ruang dan tempat. Hal ini terwujud dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Madiun pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa magang dari Djava Legal bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Madiun, yang didukung pula oleh tenaga pengajar dari PKBM Al-Mustofa.

Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan adalah mata pelajaran IPS dengan fokus pembahasan ekonomi. Suasana pembelajaran berjalan dengan hangat. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak antusias dan menyimak dengan saksama setiap penjelasan yang diberikan.

Moh. Aryo Wicaksono, mahasiswa magang dari Universitas PGRI Madiun (Unipma), mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan saat terlibat langsung dalam kegiatan ini.

“Mengajar di sini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya menyadari bahwa keinginan untuk belajar dan memperbaiki diri itu ada di mana saja. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat dan menjadi bekal yang berguna untuk masa depan mereka kelak,” ujar Aryo.

Sementara itu, Hery Anggorowati selaku tutor dari PKBM Al-Mustofa menilai positif adanya kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran pendampingan edukasi diharapkan dapat terus berjalan demi mendukung pemulihan dan kemandirian warga binaan.

“Kerja sama ini sangat positif. Kami tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga hadir untuk mendampingi mereka. Semangat belajar yang ditunjukkan para WBP di Lapas Kelas IIA Madiun patut diapresiasi. Semoga ke depannya program edukasi ini bisa terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga binaan,” ungkap Hery.

Menjelang akhir sesi pembelajaran, Rifqi yang bertindak sebagai Paralegal LBH Madiun mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam sesi santai atau ice breaking. Kegiatan sederhana ini dilakukan untuk melepas penat sejenak sebelum para warga binaan kembali ke sel blok masing-masing.

Rifqi menyampaikan bahwa sesi tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari pendekatan emosional agar warga binaan merasa didukung dan dihargai.

“Kami ingin mereka merasa bahwa mereka tidak sendirian. Belajar itu penting, tapi menjaga semangat dan kebersamaan juga sama pentingnya. Semoga energi positif hari ini bisa dibawa oleh mereka saat kembali ke blok masing-masing,” tutup Rifqi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *