BeritaMadiun

Taman Bantaran Kota Madiun Ramai, Warga Sebut Mirip BKT Jakarta

113
×

Taman Bantaran Kota Madiun Ramai, Warga Sebut Mirip BKT Jakarta

Sebarkan artikel ini
Taman Bantaran Kota Madiun
Ruang terbuka Taman Bantaran Kota Madiun (Foto: Naw, Newstujuh.com)

Taman Bantaran Kota Madiun ramai dikunjungi warga. Kawasan Pangongangan ini menjadi tempat bersantai, kuliner UMKM hingga Car Free Night.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Taman Bantaran Kota Madiun yang terletak di Pangongangan Kecamatan Manguharjo menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat untuk bersantai, menikmati kopi, hingga berburu kuliner UMKM. Kawasan ini bahkan kerap diibaratkan sebagai Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta versi Kota Madiun, karena sama-sama menjadi ruang terbuka yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul dan menikmati suasana.

Suasana Bantaran terasa berbeda ketika sore hingga malam hari. Angin yang berembus sepoi-sepoi, area terbuka, serta banyaknya pilihan jajanan membuat kawasan tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk melepas penat.

Alif (43), salah seorang warga yang sedang menikmati suasana Bantaran, mengaku betah berlama-lama di kawasan tersebut. Ia memilih duduk santai sambil menikmati kopi dan semilir angin sambil menunggu jam untuk menjemput anak sekolah.

“Enak di sini, bisa ngopi sambil santai. Anginnya sepoi-sepoi, jadi pikiran lebih tenang. Kadang cuma duduk, ngopi, sambil melamun,” ujar Alif, Selasa (29/09/2026).

Menurut Alif, suasana Bantaran mengingatkannya pada Banjir Kanal Timur atau BKT Jakarta, yang juga dikenal sebagai salah satu ruang terbuka untuk aktivitas masyarakat.

“Kalau di Jakarta ada BKT, di Madiun saya melihat Bantaran ini seperti BKT Jakarta. Setiap Minggu ramai, kemudian kalau malam banyak anak muda dan keluarga yang datang. Ada yang sekadar nongkrong, ngopi, atau membeli jajanan UMKM,” katanya.

Aktivitas masyarakat semakin terasa pada malam hari. Anak muda hingga keluarga memanfaatkan kawasan tersebut untuk berkumpul, berbincang, menikmati kopi, maupun mencicipi aneka kuliner yang dijajakan pelaku UMKM.

Salah satu kegiatan yang turut menjadi daya tarik adalah Car Free Night (CFN) yang digelar rutin setiap Sabtu malam di sekitar kawasan Bantaran. Kehadiran CFN membuat kawasan semakin hidup dengan aktivitas masyarakat serta berbagai pilihan kuliner dan produk UMKM.

Selain menjadi tempat bersantai, Bantaran juga dilengkapi sejumlah fasilitas umum pendukung, di antaranya jalur sepeda, area papan luncur atau skatepark, taman bermain anak, serta ruang terbuka bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Ratna, seorang sales promotion girl (SPG) produk rokok yang mengaku cukup sering datang ke kawasan Bantaran.

“Kalau saya sering ke sini juga. Apalagi kalau cuaca sedang panas, enak untuk ngadem. Tempatnya terbuka, anginnya terasa, jadi lebih nyaman,” kata Ratna.

Menurut Ratna, suasana Bantaran semakin menarik ketika sore hingga malam karena banyak masyarakat datang untuk sekadar duduk santai maupun menikmati makanan dan minuman dari UMKM.

“Kalau malam lebih ramai. Banyak anak muda, ada keluarga juga. Tinggal pilih mau ngopi atau cari jajanan,” ujarnya.

Bagi masyarakat, Taman Bantaran bukan sekadar ruang terbuka. Kawasan ini telah menjadi tempat bertemunya berbagai kalangan, mulai dari warga yang berolahraga, keluarga yang mengajak anak bermain, hingga anak muda yang ingin nongkrong menikmati suasana malam.

Dengan fasilitas publik, kegiatan Car Free Night, serta keberadaan UMKM, Taman Bantaran Kota Madiun kini menjadi salah satu ruang publik yang memiliki karakter tersendiri layaknya BKT Jakarta dalam versi Kota Madiun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *