UNDHA AUB Surakarta dan DPN PPDI menjajaki kerja sama penguatan SDM desa melalui akses pendidikan tinggi
NEWSTUJUH.COM, SURAKARTA – Universitas Dharma AUB (UNDHA AUB) Surakarta bersama Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI) menjajaki kerja sama untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan perdesaan.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perangkat desa dan masyarakat agar mampu mengembangkan berbagai potensi lokal, mulai dari pertanian, pangan, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif hingga seni dan budaya.
Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, S.E., M.M., mengatakan peningkatan kualitas SDM desa tidak cukup hanya menyasar perangkat pemerintahan desa. Menurutnya, generasi muda dan masyarakat secara umum juga perlu mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengakses pendidikan dan meningkatkan kompetensi.
“Pembangunan sumber daya manusia di desa menjadi sangat penting. Kemajuan teknologi pertanian, pangan maupun sistem pengelolaan manajemen saat ini berkembang sangat pesat dan berbasis data,” ujar Anggoro.
Menurut dia, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan masyarakat agar sumber daya dan potensi yang dimiliki desa dapat dikelola secara efektif, produktif serta berkelanjutan.
Anggoro menyebut desa memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Selain pertanian dan komoditas pangan, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM serta seni dan budaya juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemanfaatan teknologi digital, lanjutnya, dapat membantu desa memperkenalkan dan memasarkan produk maupun potensi lokal ke pasar yang lebih luas.
“Berbagai keunggulan potensi desa harus dikelola dengan sumber daya manusia yang cakap. Kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Perluasan Akses Pendidikan Tinggi
Penjajakan kerja sama UNDHA AUB dan DPN PPDI juga mencakup upaya memberikan kemudahan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa. Jenjang pendidikan yang dibuka mencakup Strata 1 (S1), Strata 2 (S2) hingga Strata 3 (S3).
Model pembelajaran nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, termasuk melalui perkuliahan daring, hybrid maupun tatap muka di berbagai daerah.
Anggoro menilai pemerataan pendidikan tinggi perlu terus didorong hingga ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi perangkat desa tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas SDM sekaligus mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Akses pendidikan tinggi bagi warga desa merupakan salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian wilayah,” tuturnya.
Ia menambahkan, modernisasi pengelolaan potensi desa tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap budaya dan kearifan lokal.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun karakter masyarakat desa.
“Jangan sampai pengetahuan dan kemajuan teknologi justru merusak ekosistem alam pedesaan dan sumber daya yang ada,” tegas Anggoro.
Dorong Konsep Smart Village
Penasehat Strategis Bidang Kerja Sama UNDHA AUB Surakarta, Edi, S.M., mengatakan peningkatan kualitas SDM desa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis.
Menurut Edi, pendidikan juga berperan dalam membangun kemampuan berpikir kritis, manajerial, inovasi dan kepemimpinan lokal agar masyarakat desa mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Peningkatan kualitas SDM desa diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang membawa pemikiran modern tanpa mematikan nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Edi.
Ia menilai sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian desa juga perlu mendapatkan perhatian melalui peningkatan produktivitas dan pemanfaatan teknologi.
Beberapa pendekatan yang dapat dikembangkan antara lain smart farming, mekanisasi pertanian dan penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya pada sisi produksi, petani juga perlu memiliki pengetahuan mengenai rantai pasok dan pemasaran digital. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan posisi tawar petani.
Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan smart village, termasuk pembangunan jaringan internet desa yang terhubung dengan berbagai instansi dan mampu membuka akses informasi bagi masyarakat.
Digitalisasi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata desa.
Masyarakat dapat diberikan pelatihan mengenai manajemen, komunikasi dan pengelolaan destinasi sehingga potensi alam maupun budaya dapat dikembangkan menjadi tujuan wisata yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Desa dapat menyusun tata kelola destinasi yang berkelanjutan atau sustainable tourism, sekaligus mengembangkan strategi pemasaran digital untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelas Edi.
Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, khususnya pada bidang jasa, hospitality dan ekonomi kreatif.
DPN PPDI Sambut Positif
Ketua DPN PPDI Widi Hartono menyambut positif penjajakan kerja sama dengan UNDHA AUB Surakarta.
Menurut Widi, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai kebijakan serta arah pembangunan desa.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas perangkat desa dan masyarakat, sehingga memiliki kompetensi yang lebih baik, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” kata Widi.
Widi mengatakan DPN PPDI akan mendorong perangkat desa yang tergabung dalam organisasi tersebut untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan melalui UNDHA AUB Surakarta.
Ia menilai pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun desa yang mandiri, sejahtera dan memiliki daya saing.
Namun demikian, Widi berharap aspek pembiayaan pendidikan juga menjadi perhatian agar perangkat desa yang ingin melanjutkan studi tidak menghadapi beban biaya yang terlalu berat.
Penjajakan kerja sama UNDHA AUB Surakarta dan DPN PPDI ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat SDM desa.
Dengan dukungan pendidikan, teknologi dan digitalisasi, masyarakat desa diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara lebih modern tanpa meninggalkan budaya, karakter serta kearifan lokal yang menjadi identitas masing-masing daerah.













