NEWSTUJUH.COM, SURABAYA – Sebanyak 12 ribu nasi kotak disiapkan Majelis Ar-Rohimin untuk puncak Haul Solo ke-115 pada 4 Oktober 2026. Jumlah itu bahkan masih mungkin bertambah jika kebutuhan jemaah di lokasi meningkat.
Angka tersebut menjadi salah satu hasil rapat persiapan yang digelar di Rumah Kayu Ar-Rohimin, Minggu malam (20/9/2026).
Selain konsumsi, rapat membahas pengiriman logistik, keberangkatan jemaah, pembagian personel, serta pola pelayanan di dua titik yang akan menjadi pos Majelis Ar-Rohimin selama kegiatan.
Tahun ini, Majelis Ar-Rohimin kembali menggandeng PT Metatu Nusantara Jaya (MNJ) dan LPM Suramadu. Ketiganya berkolaborasi dalam penyediaan makanan ringan dan minuman untuk jemaah.
Kopi Arab, kopi hitam, dan teh tetap disiapkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada tambahan es teh dalam daftar minuman yang akan dibagikan.
Haul Solo ke-115 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026. Puncak kegiatan digelar pada 4 Oktober.
Majelis Ar-Rohimin memilih mengirim tim inti lebih awal. Pada 30 September 2026, sebuah truk Fuso dijadwalkan membawa tenda, peralatan dapur, kopi, teh, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya ke Solo.
Tim inti akan menyiapkan kebutuhan pelayanan sebelum rombongan berikutnya tiba.
Tahap kedua diisi rombongan Srikandi dan jemaah. Dua bus telah disiapkan untuk mengangkut rombongan tersebut.
Sesampainya di lokasi, personel dibagi ke dua pos. Pos pertama berada di Masjid Assegaf, sementara pos kedua berada di Masjid Riyadh.
Kedua pos akan beroperasi selama 24 jam. Petugas dibagi dalam dua shift, pagi dan malam, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.
Namun, persiapan tidak berhenti pada pembagian tugas. Ada satu hal yang berulang kali ditekankan kepada relawan: adab.
H. Abdul Rohim melalui H. Satuki mengingatkan para relawan agar menjaga kekompakan dan keguyuban selama berada di lokasi haul.
“Dan yang paling penting adalah menjaga nama baik Majelis Ar-Rohimin, menjaga adab dan kesopanan kita seperti apa yang dinasehatkan baik oleh Habib Abdul Qadir Assegaf, Habibi Ali Kwitang, Habib Jindan dan para ulama yang selama ini menjalin hubungan erat dengan Majelis Ar-Rohimin,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena relawan akan berhadapan langsung dengan jemaah dalam jumlah besar.
Cara membagikan makanan, berkomunikasi, menjaga kebersihan, hingga merespons situasi di tengah kepadatan menjadi bagian dari pelayanan.
Bagi Majelis Ar-Rohimin, khidmah tidak sekadar soal seberapa banyak makanan yang dapat dibagikan. Ada tanggung jawab moral untuk menjaga sikap selama menjalankan pelayanan.
H. Abdul Rohim juga mengingatkan para relawan agar meluruskan niat keberangkatan. Haul Solo, menurut dia, hendaknya dijalani dengan keikhlasan serta harapan memperoleh syafaat Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
“Selama di Haul Solo selalu berdoa dan panjatkan sholawat atas nabi agar hati kita tersambung kepada Rasulullah,” katanya.
Dalam perspektif Islam, ikhlas merupakan inti dari amal. Allah SWT memerintahkan manusia beribadah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya.
Karena itu, aktivitas yang dilakukan dalam rangka kegiatan keagamaan idealnya tidak berhenti pada tujuan yang terlihat secara lahiriah.













