BencanaBerita Utama

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

137
×

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gunung
Pantauan PVMBG gunung semeru di Lumajang erupsi (Foto: Dok PVMBG, Newstujuh.com)

NEWSTUJUH.COM, LUMAJANG – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu pagi, 6 September 2026. Letusan terjadi saat aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia juga menjadi perhatian, termasuk Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya melontarkan abu vulkanik.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 07.51 WIB. Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu membumbung sekitar 1.000 meter dari puncak atau mencapai kurang lebih 4.676 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom abu hasil erupsi berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 6 September 2026, pukul 07.51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur,” tulis Sigit dalam laporan aktivitas Gunung Semeru.

Aktivitas erupsi tersebut juga tercatat oleh alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dan berlangsung selama 102 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh petugas pengamatan gunung api.

Warga maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Semeru.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Sigit juga mengingatkan adanya potensi bahaya awan panas guguran, aliran lava, hingga banjir lahar pada sejumlah sungai dan lembah yang berhulu di kawasan puncak Semeru. Daerah yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut, kawasan Gunung Semeru juga masih menghadapi kebakaran hutan yang dilaporkan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Minggu pagi. Titik-titik api disebut terus menjadi perhatian karena berpotensi meluas.

Berdasarkan data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), luas kawasan hutan yang terdampak kebakaran dilaporkan telah mencapai lebih dari 3.000 hektare. Kondisi tersebut menambah tantangan penanganan di kawasan Semeru, terutama di tengah aktivitas vulkanik yang masih berada pada status Siaga.

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan resmi dari PVMBG, Pos PGA Semeru, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *