Kasus ibu dan anak hilang di Kota Madiun mengarah pada dugaan pembunuhan. Polisi mendalami rekaman CCTV dan rumah yang telah dipasangi garis polisi.
NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Kasus hilangnya DH (30), perempuan asal Bogor, Jawa Barat, bersama putranya, AG (4), di Kota Madiun, Jawa Timur, kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Tim Jatanras Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota tengah memburu DBM, suami siri DH, yang diduga memiliki keterkaitan dengan hilangnya ibu dan anak tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah kabar hilangnya DH dan AG ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Sejak menerima laporan kehilangan, kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan keduanya sekaligus mendalami kemungkinan adanya tindak pidana di balik peristiwa tersebut.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, pada Minggu (25/10/2026), menyampaikan bahwa dugaan pembunuhan muncul setelah penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dan barang bukti selama proses penyelidikan.
“Selama perjalanan penyelidikan itu kita menemukan kecurigaan-kecurigaan, petunjuk-petunjuk, ada barang bukti yang kita dapat juga. Indikasi mengarah ke pembunuhan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan kini tidak hanya berfokus pada pencarian orang hilang, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya tindak pidana serius yang menimpa DH dan putranya.
DH dan AG dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keduanya berasal dari Bogor, Jawa Barat, sedangkan DBM diketahui berasal dari Kota Madiun. Laporan kehilangan tersebut tercatat di Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Sejak laporan diterima, polisi melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk menelusuri keberadaan ibu dan anak tersebut. Penyidik juga mendalami hubungan antara DH dan DBM serta menelusuri aktivitas yang diduga berkaitan dengan hilangnya keduanya.
Salah satu petunjuk yang menjadi perhatian penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sebuah hotel di Kota Madiun. Rekaman tersebut disebut memperlihatkan aktivitas DBM yang dinilai mencurigakan, termasuk saat membawa barang berukuran besar keluar dari hotel.
Aktivitas tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan kaitannya dengan hilangnya DH dan AG. Penyidik masih perlu mendalami waktu kejadian, jenis barang yang dibawa, serta hubungannya dengan petunjuk dan barang bukti lain yang telah dikumpulkan.
Selain mendalami rekaman CCTV, rumah DBM serta rumah yang berkaitan dengan DH dan AG diketahui telah dipasangi garis polisi (police line). Pemasangan garis polisi di lokasi tersebut menjadi perhatian dalam penanganan kasus yang kini tengah didalami aparat kepolisian.
Seluruh petunjuk dan barang bukti masih perlu diperiksa serta dikaitkan satu sama lain untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
Sementara itu, keberadaan DBM menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.
DBM diburu Polisi bertujuan untuk memperoleh keterangan yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa sejak DH dan AG terakhir diketahui keberadaannya. Polisi juga terus mendalami berbagai petunjuk, termasuk rekaman CCTV dan barang bukti lain yang dinilai relevan.
Hilangnya DH bersama putranya yang masih berusia empat tahun menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Terlebih, penyelidikan kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan berdasarkan sejumlah petunjuk yang ditemukan penyidik.
Polisi diharapkan segera mengungkap keberadaan ibu dan anak tersebut serta menjelaskan fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini. Kepastian mengenai nasib DH dan AG menjadi hal penting bagi keluarga yang menantikan kabar tentang keberadaan keduanya.
Tim Jatanras Polda Jatim bersama Polres Madiun Kota masih melakukan penyelidikan dan mendalami dugaan tindak pidana dalam kasus hilangnya DH dan AG.













