Gibran menyoroti potensi hilirisasi kemenyan sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang berpeluang dikembangkan untuk industri wewangian.
NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Kemenyan selama ini kerap dikaitkan dengan ritual tertentu. Bahkan, sebagian masyarakat menganggap penggunaannya identik dengan praktik kemusyrikan. Padahal, komoditas alam ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui hilirisasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya hilirisasi kemenyan agar Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah. Menurutnya, pengembangan industri berbasis komoditas lokal perlu diperluas, tidak terbatas pada sektor pertambangan seperti nikel.
Dalam pernyataannya pada Juli 2025, Gibran menekankan bahwa kemenyan berpeluang memiliki nilai tambah apabila diolah dan dikembangkan menjadi produk industri bernilai ekonomi tinggi.
“Gagasan hilirisasi tersebut sekaligus menantang pandangan sebagian masyarakat yang selama ini menghubungkan kemenyan hanya dengan ritual atau praktik perdukunan. Padahal, kemenyan berpotensi dimanfaatkan dalam industri wewangian dan berbagai produk olahan, bergantung pada karakteristik bahan serta hasil penelitian”, dikutip Newstujuh.com Sabtu (24/10/2026)
Gibran juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam penelitian dan pengembangan komoditas tersebut. Dukungan fasilitas riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk menggali potensi kemenyan secara optimal.
Selama ini, peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Ketergantungan pada penjualan bahan mentah membuat peluang pengembangan industri pengolahan belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Melalui hilirisasi, kemenyan berpeluang diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Namun, upaya tersebut membutuhkan penelitian berkelanjutan, peningkatan kualitas bahan baku, inovasi produk, serta penguatan rantai pasok dari petani hingga industri pengolahan.
Kemenyan juga kerap dikaitkan dengan pembahasan bahan baku industri parfum mewah, termasuk produk dari merek Louis Vuitton dan Gucci. Meski demikian, penggunaan kemenyan dalam produk tertentu perlu dikonfirmasi melalui informasi resmi produsen atau sumber industri yang tepercaya.
Potensi hilirisasi kemenyan menunjukkan bahwa peluang ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan. Komoditas alam lainnya juga dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui riset, inovasi, dan pengolahan yang tepat.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual komoditas lokal, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku industri.













