Pendidikan

2 Mahasiswa FEB UNAIR Raih Juara 1 Essay Gebyar Koperasi 2026 Lewat Gagasan SEKATA

64
×

2 Mahasiswa FEB UNAIR Raih Juara 1 Essay Gebyar Koperasi 2026 Lewat Gagasan SEKATA

Sebarkan artikel ini

NEWSTUJUH.COM, SURABAYA – Dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Essay Gebyar Koperasi 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bernama SEKATA (Sertifikasi, Kualitas, dan Tata Kelola Bersama), sebuah model layanan bersama berbasis koperasi mahasiswa.

Dua mahasiswa tersebut adalah Anindya Zada Zahrani dari Program Studi Akuntansi dan Fadlan Abdulgani dari Program Studi Ilmu Ekonomi. Keduanya berkolaborasi dalam menyusun esai yang mengangkat persoalan penguatan koperasi mahasiswa sekaligus pengembangan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.

Anindya dan Fadlan merupakan mahasiswa yang aktif dalam Kelompok Studi Perkoperasian Mahasiswa (KOPSI) FEB UNAIR. Keterlibatan mereka dalam aktivitas koperasi mahasiswa menjadi salah satu modal penting dalam memahami isu yang diangkat dalam kompetisi tersebut.

“Karena acara tersebut mengangkat permasalahan koperasi mahasiswa, di mana aku dan Fadlan juga merupakan bagian dari koperasi mahasiswa FEB, sehingga kami merasa cocok dengan tema yang akan kami bawa,” ujar Anindya.

Gagasan SEKATA lahir dari pengamatan terhadap kondisi kewirausahaan mahasiswa di lingkungan kampus. Melalui konsep tersebut, koperasi dirancang sebagai fasilitator yang mampu membantu pelaku usaha mahasiswa dalam mengembangkan bisnisnya.

Model SEKATA menawarkan sejumlah layanan pendukung, mulai dari akses sertifikasi dan legalitas usaha, pengadaan bahan baku secara kolektif, hingga penyediaan fasilitas produksi bersama bagi mahasiswa yang memiliki usaha.

Menurut Anindya, ide tersebut muncul setelah melihat banyak inovasi bisnis mahasiswa yang berkembang melalui program Pembelajaran Dasar Bersama (PDB). Namun, sebagian usaha tersebut masih menghadapi tantangan ketika memasuki tahap pengembangan setelah program berakhir.

“Kami melihat cukup banyak inovasi dan usaha mahasiswa yang muncul, tetapi setelah programnya (PDB) selesai, sebagian masih kesulitan untuk melanjutkan dan mengembangkannya,” tambahnya.

Dari kondisi tersebut, keduanya menemukan adanya kesenjangan antara kemampuan mahasiswa dalam menciptakan inovasi produk dengan kemampuan mempertahankan keberlanjutan usaha. Persoalan itu kemudian menjadi dasar pengembangan konsep SEKATA sebagai solusi berbasis koperasi mahasiswa.

Tidak berhenti sebagai karya dalam kompetisi, Anindya dan Fadlan juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengembangkan gagasan tersebut. Mereka berencana mendiskusikan SEKATA bersama KOPSI FEB UNAIR untuk memperoleh masukan sebelum membawa gagasan tersebut ke tingkat universitas.

“Kami berencana mendiskusikan SEKATA dengan KOPSI FEB UNAIR terlebih dahulu untuk mendapatkan masukan lebih lanjut. Apabila memungkinkan, kami akan membawa gagasan ini ke pihak universitas,” paparnya.

Kolaborasi lintas program studi antara mahasiswa Akuntansi dan Ilmu Ekonomi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam penyusunan esai. Perspektif berbeda dari kedua bidang keilmuan turut memperkaya gagasan yang mereka tawarkan dalam menjawab persoalan pengembangan koperasi mahasiswa.

Prestasi Anindya dan Fadlan dalam Gebyar Koperasi 2026 menambah capaian mahasiswa FEB UNAIR di tingkat nasional melalui gagasan yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *