Beritaperistiwa

27 Siswa SDN 02 Kanigoro Kota Madiun Diduga Keracunan MBG

149
×

27 Siswa SDN 02 Kanigoro Kota Madiun Diduga Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Sebanyak 27 siswa SDN 02 Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang diduga dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026).

Para siswa sebelumnya menerima menu berupa nasi putih, udang bakar, tahu bulat goreng, tumis wortel dan buncis, serta anggur. Makanan tersebut mulai dikonsumsi sekitar pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 09.30 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, sakit perut hingga muntah.

Pihak sekolah kemudian melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan pertolongan medis.

Ari, warga yang memiliki warung tepat di depan SDN 02 Kanigoro, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah seorang guru mendatangi warungnya.

Menurut Ari, guru bernama Pak Slamet datang ke warung setelah jam istirahat untuk membeli kelapa muda. Saat itu, Pak Slamet menyampaikan bahwa sejumlah siswa mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan.

“Pak Slamet datang ke warung membeli kelapa muda. Beliau mengatakan banyak siswa yang muntah setelah mengonsumsi makanan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Ari.

Ari juga mengatakan kondisi tersebut kemudian membuat pihak sekolah melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Sejumlah siswa selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dengan mobil ambulance dari dinas kesehatan terkait.

Berdasarkan data penanganan medis yang diterima, 10 siswa mendapat perawatan di Puskesmas Sukosari, sedangkan 17 siswa lainnya dirawat di RSUD Sogaten.

Dalam laporan awal juga disebutkan adanya dugaan bahwa tahu bulat, salah satu menu MBG yang dibagikan, ditemukan dalam kondisi berjamur.

Baca juga : Breaking News: Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

Kendati demikian, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keluhan kesehatan para siswa.

Penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Karena itu, dugaan keracunan belum dapat disimpulkan berasal dari salah satu jenis makanan sebelum ada hasil pemeriksaan terkait.

Penanganan terhadap para siswa dilakukan sebagai langkah untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau. Pihak terkait juga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dibagikan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih mendapatkan perawatan dan pemantauan medis di fasilitas kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *