SosialBerita

Tujuh Tangki Air Bersih Disalurkan ke Warga Gesi Sragen

13
×

Tujuh Tangki Air Bersih Disalurkan ke Warga Gesi Sragen

Sebarkan artikel ini
Air bersih
Tujuh Tangki Air Bersih Disalurkan ke Warga Gesi Sragen oleh Kodim 0725/Sragen (Foto: Ign, Newstujuh.com)

Kodim 0725/Sragen bersama komunitas dan sejumlah pihak menyalurkan tujuh tangki air bersih, sembako, es teh, dan kursi roda untuk warga Desa Poleng, Gesi.

NEWSTUJUH.COM, SRAGEN – Dampak kemarau berkepanjangan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen. Kondisi tersebut mendorong Kodim 0725/Sragen bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang dikemas melalui Aksi Bersama Peduli Kekeringan 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya fave hotel Manahan Solo, fave hotel Solo Baru, Pejuang Sosial Community (PSC), Yayasan Tangan Baik, Teh Sepeda Balap, serta sejumlah komunitas dan pihak lainnya.

Baca juga : Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

Sebanyak tujuh tangki air bersih dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di empat titik wilayah Desa Poleng. Bantuan didistribusikan kepada warga Dukuh Bendorejo RT 10, Dukuh Grengseng RT 05, Dukuh Ngerco RT 12, dan Dukuh Grengseng RT 04.

Penyaluran air tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Tidak hanya air bersih, aksi sosial tersebut juga diwarnai pembagian 1.000 gelas es teh. Sebagian minuman dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan Makodim 0725/Sragen dari arah Solo maupun Ngawi.

Sementara itu, sebagian lainnya disalurkan kepada warga di Dukuh Bendorejo RT 10, Desa Poleng.

Kepedulian kepada masyarakat juga diwujudkan melalui pembagian 100 paket sembako kepada warga di wilayah yang sama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada seorang warga yang mengalami stroke. Bantuan ini diberikan untuk membantu penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kasdim 0725/Sragen Mayor Cba Beni Yusdiantoro, S.E., menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Menurutnya, persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih merupakan kondisi yang membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak. Kolaborasi antara TNI, dunia usaha, komunitas dan masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong dalam membantu warga.

“Kegiatan seperti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap masyarakat, khususnya warga yang saat ini menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Beni.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak hotel, komunitas sosial, serta berbagai unsur lainnya yang turut memberikan bantuan.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong di tengah kondisi kekeringan,” katanya.

Sementara itu, Hotel Manager fave hotel Manahan Solo dan fave hotel Solo Baru, Khuswatus Solikhin, mengatakan keikutsertaan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

“Musim kemarau yang panjang membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin penting bagi masyarakat. Melalui Aksi Bersama Peduli Kekeringan 2026 ini, kami ingin hadir dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Khuswatus, kerja sama yang melibatkan unsur TNI, pelaku usaha, komunitas sosial dan berbagai pihak lainnya diharapkan mampu memperluas manfaat bagi masyarakat.

Aksi sosial di Desa Poleng tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong dalam menghadapi dampak musim kemarau. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa air bersih, tetapi juga sembako, minuman, serta kursi roda bagi warga yang membutuhkan.

Melalui kolaborasi berbagai elemen, kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Sragen diharapkan dapat terus diperkuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *