Kemenhan melalui Badan Cadangan Nasional membahas persoalan keveteranan di Surakarta, termasuk administrasi, pendataan dan koordinasi antarinstansi.
NEWSTUJUH.COM, SURAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional menggelar Rapat Tindak Lanjut Penyelesaian Masalah Keveteranan di Surakarta Tahun Anggaran 2026, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Srikaton, Hotel Solia Zigna, Jalan Dr. Rajiman No. 525, Laweyan, Kota Surakarta, tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur.
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas persoalan keveteranan sekaligus menyamakan persepsi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan penyelesaian administrasi bagi para veteran di wilayah Surakarta dan Solo Raya.
Kegiatan diselenggarakan Badan Cadangan Nasional Kemenhan RI dengan penanggung jawab Kepala Badan Cadangan Nasional Kemenhan RI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kapusvet Bacadnas Kemenhan RI Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi, S.H., M.H., Kabid Kerumah Komsos Pusvet Bacadnas Kemenhan RI Kolonel Top Mohammad Khoirul Hadi, Kabid Minvet Pusvet Bacadnas Kemenhan RI Kolonel Inf Subarda Tri Wahyudi, S.I.P., serta jajaran Pasipers Korem 074/Warastratama dan Batipers Kodim jajaran Korem 074/Warastratama.
Hadir pula Ketua DPC LVRI Kota Surakarta H. Suharno, unsur Lanud Adi Soemarmo, Brigif 6/TSB Kostrad, Polresta Surakarta, Kodim 0726/Sukoharjo, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, PT Taspen serta peserta rapat keveteranan.
Dalam sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional Kemenhan RI yang dibacakan Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi, ditegaskan bahwa penyelesaian persoalan keveteranan merupakan bagian dari penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian para veteran.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki peran dalam memberikan dukungan kepada Legiun Veteran Indonesia sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.
“Pertemuan ini merupakan wujud nyata dari penghormatan negara kepada mereka yang telah memberikan segalanya bagi bangsa dan negara,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dalam kesempatan itu juga ditekankan pentingnya pemahaman terhadap perubahan mekanisme pembinaan dan administrasi veteran. Jajaran di wilayah diminta segera menyesuaikan pelaksanaan administrasi dengan ketentuan yang berlaku.
Selain penyesuaian administrasi, jajaran terkait juga diminta lebih proaktif dalam melakukan pendataan dan verifikasi para veteran. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan dapat dilakukan secara tepat dan tidak terkendala persoalan administrasi.
Rapat juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi. Keterlibatan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, PT Taspen dan organisasi veteran diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi para veteran.
Sementara itu, sambutan Danrem 074/Warastratama yang dibacakan Mayor Inf Adi Junaidi R selaku Pasiren 074/Wrt menyebutkan bahwa para Veteran Republik Indonesia memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
Menurutnya, penghormatan terhadap veteran tidak hanya diwujudkan melalui penghargaan, tetapi juga melalui perhatian dan langkah konkret dalam penyelesaian berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Rapat tersebut diharapkan mampu menyamakan persepsi antarinstansi, mengidentifikasi berbagai kendala serta merumuskan langkah tindak lanjut terhadap persoalan keveteranan di wilayah Solo Raya.
Baca Juga : Kodim Boyolali Gelar Donor Darah dan Baksos HUT TNI ke-81
Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai persoalan keveteranan dan langkah penyelesaiannya di wilayah Surakarta dan sekitarnya.














Respon (3)