BeritaPendidikan

Anak Driver Ojol Magetan Tembus UI, Jadi Delegasi UNICEF ke Rwanda

463
×

Anak Driver Ojol Magetan Tembus UI, Jadi Delegasi UNICEF ke Rwanda

Sebarkan artikel ini
Magetan
Nuriskha, putri pengemudi ojol yang menjadi delegasi ke Rwanda (Foto: Naw, Newstujuh.com)

Putri Driver Ojol, Nurisha Kitana asal Magetan, berhasil kuliah di UI melalui beasiswa dan dipercaya menjadi delegasi UNICEF Indonesia ke Rwanda.

NEWSTUJUH.COM, MAGETAN – Perjalanan Nurisha Kitana, putri asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi kisah inspiratif tentang pendidikan, perjuangan keluarga, dan keberanian meraih kesempatan.

Nurisha merupakan putri Marodi (52), seorang pengemudi ojek online. Berasal dari keluarga sederhana, Nurisha berhasil melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI) melalui jalur beasiswa.

Pada 2022, Nurisha mulai menempuh pendidikan di UI pada Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya.

Bagi keluarga Marodi, keberhasilan Nurisha memperoleh beasiswa bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Marodi mengaku tidak pernah merasa terbebani dengan biaya pendidikan putrinya selama menjalani kuliah di Jakarta.

“Saya tidak pernah merasa terbebani saat anak saya kuliah di Jakarta. Bahkan, saya tidak pernah memberikan uang saku kepada anak,” ujar Marodi, Kamis (24/09/2026).

Baca juga : 

Mahasiswa ITS Kembangkan Vityuu, Mouth Spray Penekan Rasa Manis

Selama menjadi mahasiswa UI, Nurisha aktif memperluas wawasan dan pengalaman. Pendidikan Ilmu Politik yang ditempuhnya turut memperkaya pemahamannya mengenai persoalan sosial, kebijakan publik, serta berbagai isu yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional.

Perjalanan akademik dan pengalaman tersebut kemudian membawanya ke forum internasional.

Nurisha dipercaya menjadi delegasi UNICEF Indonesia dalam Global NCD Alliance Forum di Rwanda. Kesempatan itu menjadi pengalaman penting dalam perjalanan pengembangan dirinya sekaligus membuka ruang untuk berpartisipasi dalam forum global.

Dari Magetan, Nurisha melangkah ke Universitas Indonesia. Dari lingkungan kampus, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam forum internasional di Rwanda.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga sederhana bukan batas untuk memiliki cita-cita besar. Dukungan keluarga, kemauan belajar, kerja keras, serta kesempatan yang dimanfaatkan dengan baik dapat membuka jalan menuju pengalaman yang lebih luas.

Marodi menjalani kesehariannya sebagai pengemudi ojek online dengan mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Dari pekerjaan tersebut, ia ikut menopang perjalanan pendidikan putrinya hingga Nurisha mampu melangkah jauh dari Magetan.

Perjalanan Nurisha menjadi cerita tentang perjuangan keluarga, pendidikan, dan kesempatan. Dari sebuah keluarga sederhana di Magetan, ia berhasil menempuh pendidikan di UI hingga mendapat kesempatan membawa nama Indonesia dalam forum internasional di Rwanda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *