NEWSTUJUH.COM, MAGETAN – Pengelolaan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Magetan tahun anggaran 2025 kembali menjadi perhatian. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya. Inspektorat Daerah Kabupaten Magetan kini menindaklanjuti temuan tersebut melalui pemeriksaan dokumen, pemanggilan pihak terkait, hingga peninjauan lapangan.
Penelusuran ini menjadi perhatian publik setelah sebelumnya muncul kasus dugaan korupsi dana Pokir DPRD Magetan periode 2019–2024. Kondisi tersebut mendorong pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan perbaikan tata kelola bantuan yang bersumber dari anggaran daerah. Inspektur Pembantu Inspektorat Daerah Kabupaten Magetan, Permadi Bagus Darmawan, membenarkan bahwa pemeriksaan Pokir 2025 dilakukan untuk menindaklanjuti catatan BPK. Pemeriksaan mencakup pendataan penerima bantuan serta penelusuran kegiatan yang dilaksanakan kelompok masyarakat (pokmas).
Permadi mengatakan, Inspektorat telah mengunjungi sebagian besar pokmas yang menjadi sasaran pemeriksaan. Menurutnya, sekitar 90 persen pokmas telah dikunjungi dalam proses pengumpulan informasi.
“Pokir DPRD Magetan tahun 2025 ini memang sudah dilihat oleh BPK, ternyata banyak temuan. Walaupun belum semuanya, kita akan kumpulkan seluruh penerima Pokir tahun 2025. Beberapa pokmas sudah kami kunjungi, sekitar 90 persen,” kata Permadi.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator dan catatan yang telah diidentifikasi BPK. Inspektorat memanggil pihak-pihak terkait, memeriksa dokumen pendukung, serta melakukan pengecekan langsung apabila terdapat persoalan yang membutuhkan pendalaman.
Menurut Permadi, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara administrasi, pelaksanaan kegiatan, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
“Pada intinya, petunjuk awal sudah disiapkan oleh BPK, Inspektorat tinggal menindaklanjuti. Kita meniru sistem pemeriksaan BPK, semuanya dipanggil, ditanyai, dan dicari datanya. Kalau ada kecurigaan yang masih perlu didalami, kita turun langsung ke lapangan,” ujarnya.













