BeritaKesehatan

Buah Angkung Kaya Antioksidan, Benarkah Bisa Cegah Stroke?

22
×

Buah Angkung Kaya Antioksidan, Benarkah Bisa Cegah Stroke?

Sebarkan artikel ini
Antioksidan
Contoh buah angkung (Foto: Naw, Newstujuh.com)

Buah angkung mengandung serat dan antioksidan. Benarkah bisa mencegah stroke, menjaga gula darah, kolesterol dan kesehatan pria usia 50 tahun?

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Buah angkung mulai menarik perhatian karena mengandung serat dan sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Buah dari tanaman Basella alba ini juga dikenal sebagai Malabar spinach dan dapat ditemukan di wilayah beriklim tropis.

Di tengah banyaknya informasi mengenai manfaat buah angkung, muncul pertanyaan apakah buah ini dapat membantu mencegah stroke, menjaga gula darah, menurunkan kolesterol hingga membantu kesehatan peredaran darah. Lantas, apa sebenarnya manfaat buah angkung dan bagaimana cara mengonsumsinya?

Artikel Newstujuh

Baca juga :

Banyak Manfaat Apel Hijau bagi Kesehatan yang perlu Anda ketahui

Buah Angkung Mengandung Serat dan Antioksidan

Angkung merupakan tanaman merambat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Selain daunnya, buah angkung yang telah matang juga dapat dikonsumsi.

Buah tersebut mengandung sejumlah nutrisi, termasuk serat, serta berbagai senyawa bioaktif. Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan kelompok senyawa yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan.

Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, kandungan antioksidan tidak serta-merta menjadikan buah angkung sebagai obat untuk penyakit tertentu.

Benarkah Buah Angkung Bisa Mencegah Stroke?

Stroke merupakan kondisi serius yang dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Risiko stroke berkaitan dengan berbagai faktor, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, kurang aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat.

Karena itu, buah angkung tidak dapat disebut sebagai obat stroke. Mengonsumsi buah angkung sebagai bagian dari pola makan sehat juga tidak berarti seseorang otomatis terbebas dari risiko stroke.

Namun, makanan nabati yang mengandung serat dan senyawa antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pencegahan stroke tetap membutuhkan pengendalian berbagai faktor risiko secara menyeluruh.

Buah Angkung untuk Kolesterol

Kandungan serat dalam makanan dapat membantu memengaruhi penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.

Karena itu, memasukkan berbagai makanan berserat ke dalam menu harian dapat membantu mendukung pola makan yang lebih sehat untuk menjaga kadar kolesterol.

Namun, bagi seseorang yang telah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi, buah angkung bukan pengganti obat yang diresepkan dokter.

Apakah Bisa Membantu Menjaga Gula Darah?

Serat dalam makanan dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat.

Sejumlah senyawa alami dalam tanaman angkung juga menjadi perhatian dalam penelitian terkait metabolisme tubuh. Akan tetapi, hal tersebut belum dapat dijadikan dasar bahwa buah angkung merupakan obat diabetes.

Penderita diabetes tetap perlu mengatur pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Salah satu manfaat yang paling berkaitan dengan kandungan serat adalah membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Serat, bersama konsumsi air yang cukup dan aktivitas fisik, berperan dalam menjaga fungsi sistem pencernaan serta membantu menjaga keteraturan buang air besar.

Namun, mengonsumsi buah angkung dalam jumlah banyak bukan berarti otomatis membuat BAB lebih lancar. Kebutuhan serat setiap orang berbeda.

Apakah Buah Angkung Membantu Melancarkan Peredaran Darah?

Istilah “melancarkan peredaran darah” sering digunakan dalam informasi mengenai berbagai bahan alami.

Namun, buah angkung tidak boleh dianggap sebagai obat yang dapat membersihkan atau membuka pembuluh darah yang tersumbat.

Kandungan serat dan senyawa antioksidan memang membuatnya menarik sebagai bagian dari pola makan sehat, tetapi kesehatan pembuluh darah dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, berat badan, aktivitas fisik dan kebiasaan merokok.

Cara Konsumsi Buah Angkung

Buah angkung dapat dikonsumsi setelah dicuci bersih menggunakan air mengalir. Salah satu cara konsumsi yang dikenal adalah sekitar 7–9 butir, baik dimakan langsung maupun dibuat jus dengan tambahan air secukupnya.

Namun, jumlah 7–9 butir tersebut bukan dosis pengobatan yang telah ditetapkan secara medis untuk stroke, diabetes, kolesterol maupun penyakit lainnya.

Jika dibuat jus, sebaiknya tidak menambahkan gula secara berlebihan.

Pastikan buah yang dikonsumsi masih dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Bagaimana untuk Pria Usia 50 Tahun?

Pria usia 50-an dapat memasukkan buah dan sayuran yang beragam ke dalam pola makan sehari-hari selama tidak memiliki kondisi medis yang mengharuskan pembatasan makanan tertentu.

Buah angkung tidak dapat dianggap sebagai obat khusus untuk pria usia 50 tahun, termasuk sebagai obat untuk stamina atau gangguan seksual.

Pada usia tersebut, menjaga tekanan darah, gula darah dan kolesterol justru menjadi hal penting dalam upaya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jangan Mengganti Obat dengan Buah Angkung

Meskipun memiliki kandungan serat dan senyawa antioksidan, buah angkung tetap merupakan bahan pangan dan bukan pengganti terapi medis.

Seseorang yang sedang menjalani pengobatan stroke, hipertensi, diabetes atau kolesterol tidak dianjurkan menghentikan obat dan menggantinya dengan konsumsi buah angkung.

Jika ingin mengonsumsi buah angkung secara rutin dan sedang menggunakan obat tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *