BeritaBudaya

Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Didorong Jadi Cagar Budaya

10
×

Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Didorong Jadi Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini
Bung Karno
Pegiat sejarah di Jombang dorong agar situs Bung Karno menjadi cagar budaya (Foto: Kontirbutor Bayu, Newstujuh)

Desakan agar situs yang diyakini berkaitan dengan kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, ditetapkan sebagai cagar budaya terus menguat.

NEWSTUJUH.COM, JOMBANG –  Dorongan agar situs di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang diyakini masyarakat setempat berkaitan dengan kelahiran Bung Karno ditetapkan sebagai cagar budaya terus menguat.

Desakan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Ploso dan Jombang maupun para pegiat sejarah. Sejumlah kalangan muda juga ikut mendorong pemerintah daerah agar melakukan langkah pelestarian terhadap situs yang selama ini menjadi bagian dari penelusuran sejarah Bung Karno di Ploso.

Salah satunya disampaikan Aldian Dwi Pamungkas, mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Menurut Aldian, penetapan status cagar budaya penting dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap peninggalan sejarah yang berada di kawasan tersebut.

“Ini penting untuk segera ditetapkan. Sembari penelitian tetap dilakukan oleh para akademisi maupun sejarawan,” kata Aldian, Minggu (27/9/2026).

Menurut dia, status cagar budaya akan memberikan dasar perlindungan hukum terhadap peninggalan yang memiliki nilai sejarah. Penelitian dan kajian akademis, kata Aldian, tetap dapat berjalan secara beriringan dengan upaya pelestarian situs.

Aldian sebelumnya telah mengunjungi lokasi yang dikenal masyarakat sebagai situs kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Ploso. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan berbagai jejak Bung Karno yang berkembang di kawasan tersebut.

Dorongan serupa disampaikan Enggar Juang Syah Putra, pemuda asal Kesamben, Kabupaten Jombang. Ia menilai penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ini terkait jejak kelahiran pendiri bangsa,” ujar Enggar.

Menurut Enggar, keberadaan situs sejarah tersebut dapat menjadi aset penting bagi Kabupaten Jombang. Selain menjaga warisan sejarah, pengembangan kawasan juga dinilai berpotensi memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui wisata sejarah.

Enggar bahkan menyampaikan rencana untuk menggalang dukungan masyarakat melalui petisi agar pemerintah memberikan perhatian terhadap usulan penetapan situs tersebut sebagai cagar budaya.

Pembahasan mengenai jejak sejarah Bung Karno di Ploso sendiri telah berlangsung dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan pegiat sejarah. Kawasan Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, menjadi salah satu lokasi yang selama ini digunakan untuk kegiatan penelusuran dan pengenalan sejarah Bung Karno.

Perdebatan mengenai lokasi kelahiran Bung Karno juga masih menjadi bagian dari kajian sejarah. Sejumlah pegiat sejarah di Jombang menyampaikan hasil penelusuran yang mendukung narasi kelahiran Bung Karno di Ploso, sementara literatur akademik lain mencatat Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901. Karena itu, penelitian dan kajian dari sumber sejarah yang kredibel tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai situs tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *