Festival Olahraga Tradisional meriahkan Hari Jadi Tulungagung ke-821. Sebanyak 765 peserta dari 142 tim mengikuti perlombaan.
NEWSTUJUH.COM, TULUNGAGUNG – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-821 Tahun 2026 berlangsung meriah. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Festival Olahraga Tradisional yang melibatkan 765 peserta dari berbagai instansi pemerintahan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman GOR Lembu Peteng tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Berbagai perlombaan olahraga tradisional menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan di tengah jajaran aparatur pemerintah daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda atau perwakilannya, Sekretaris Daerah, staf ahli, asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat.
Plt Kepala Dispora Tulungagung, Farid Abadi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa festival ini tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan peringatan hari jadi daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Menurut Farid, olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan agar tetap dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melestarikan dan memperkenalkan kembali olahraga tradisional Indonesia. Selain itu, juga menumbuhkan kebersamaan, solidaritas, kebugaran jasmani, serta sportivitas antarpegawai,” jelasnya.
Tahun ini, festival diikuti 765 peserta yang terbagi dalam 142 tim. Terdapat empat kategori perlombaan yang dipertandingkan, yakni egrang putra sebanyak 25 tim, terompah putra 50 tim, terompah putri 35 tim, serta satu kategori perlombaan putri lainnya sebanyak 32 tim.
Farid berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang interaksi positif antarlembaga pemerintahan. Dengan terbangunnya komunikasi dan koordinasi yang baik, sinergi antarinstansi diharapkan semakin kuat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan festival tersebut.
Ia menilai, kegiatan olahraga tradisional memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kekompakan di lingkungan pemerintahan.
“Selain berolahraga, kegiatan ini juga untuk menjalin tali silaturahmi di antara seluruh dinas yang ada di Kabupaten Tulungagung. Kita mempunyai cita-cita bersama, yaitu bareng-bareng membangun Tulungagung dengan memperhatikan tugas dan kewajiban masing-masing,” ungkapnya.
Ahmad Baharudin juga mengingatkan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan semacam ini harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, peningkatan kinerja pemerintahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan organisasi perangkat daerah, melainkan seluruh pegawai hingga tingkat staf.
“Jangan hanya kepala dinasnya yang aktif, tetapi staf-stafnya juga harus aktif dalam melaksanakan tugas. Mari bersama-sama memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki dalam rangka melayani masyarakat Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.
Sebagai bentuk dorongan terhadap peningkatan kinerja aparatur, Ahmad Baharudin juga menyampaikan rencana untuk mengadakan kompetisi ant perangkat daerah yang berorientasi pada capaian kinerja. Kompetisi tersebut diharapkan mampu memacu produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di penghujung kegiatan, seluruh peserta diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan, menjaga sportivitas, dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.
Festival Olahraga Tradisional ini menjadi salah satu upaya Pemkab Tulungagung dalam mengisi peringatan Hari Jadi ke-821 dengan kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya, kebugaran, dan penguatan solidaritas antarinstansi.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, peringatan hari jadi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kinerja dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang lebih maju dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.













