DaerahPendidikan

MTsN 1 Trenggalek Raih Tiga Juara di TGX 2026

3
×

MTsN 1 Trenggalek Raih Tiga Juara di TGX 2026

Sebarkan artikel ini
MTsN 1 Trenggalek
Tim siswa MTsN 1 Trenggalek meraih tiga penghargaan dalam TGX Research and Innovation Summit 2026. (Bayu Krisna, NewsTujuh.com)

MTsN 1 Trenggalek meraih tiga juara di TGX 2026 melalui karya riset siswa tentang sampah pesisir, biosensor boraks, dan tinta marker organik.

NEWSTUJUH.COM, TRENGGALEK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTs Negeri 1 Trenggalek. Kali ini, para siswanya berhasil membawa pulang tiga gelar juara sekaligus dalam ajang TGX Research and Innovation Summit 2026, yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Kamis (29/10/2026).

Dalam ajang yang mencakup Call For Paper TGX TRESNO 2026 (Trenggalek Research & Innovation Summit) dan TGX Business Challenge 2026 tersebut, MTsN 1 Trenggalek sukses meraih satu juara pertama dan dua juara kedua.

Capaian ini terasa istimewa karena menjadi pengalaman pertama bagi peserta didik MTsN 1 Trenggalek mengikuti kompetisi tersebut. Dari tiga tim yang dikirim, seluruhnya berhasil meraih penghargaan.

Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing melalui gagasan ilmiah, penelitian, dan inovasi yang dekat dengan persoalan lingkungan serta kebutuhan masyarakat.

Tiga Tim, Tiga Inovasi Membanggakan

Pada kategori Call For Paper TGX TRESNO 2026, tim pertama MTsN 1 Trenggalek berhasil meraih Juara 1 melalui karya berjudul “Pemetaan Partisipatif Sampah Pesisir Berbasis Google My Maps: Solusi Mitigasi Dampak Antropogenik di Kawasan Hutan Mangrove Cengkrong Trenggalek.”

Tim ini beranggotakan Arya Tegar Daneswara dari kelas 8 Bahasa Inggris, Aria Purba dari kelas 8 Bahasa Inggris, dan Muhammad Sulthan Adila Masyhuri dari kelas 8 Agama.

Karya tersebut mengangkat persoalan sampah di kawasan pesisir, khususnya di sekitar hutan mangrove Cengkrong, Trenggalek. Pemanfaatan Google My Maps menjadi pendekatan untuk memetakan sampah secara partisipatif, sehingga informasi lokasi pencemaran dapat dimanfaatkan sebagai bahan mitigasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Sementara itu, Juara 2 Call For Paper TGX TRESNO 2026 diraih tim yang terdiri atas Alifia Putri Salsabilla, Rahajeng Zafira Amanda, dan Shakila Bilqish Mustofa, seluruhnya dari kelas 9 Bahasa Inggris.

Mereka mengusung karya berjudul “Pengembangan Smart Eco-Paper Berbasis Antosianin Buah Binahong (Anredera cordifolia) Melalui Multi-Barrier System sebagai Biosensor Boraks.”

Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan bahan alami untuk mengembangkan kertas indikator yang berpotensi membantu mendeteksi boraks. Gagasan ini memperlihatkan upaya siswa dalam mengembangkan inovasi berbasis sumber daya alam untuk mendukung pengawasan keamanan pangan.

Prestasi ketiga datang dari kategori TGX Business Challenge 2026. Tim yang beranggotakan Eka Putri Rahayu dari kelas 9 Olimpiade, Hana Nur Azizah dari kelas 9 Olimpiade, dan Refinda Virgin Eka Zainunnia dari kelas 9 Agama berhasil meraih Juara 2.

Mereka mempresentasikan karya berjudul “Transformasi Getah Pisang Menjadi Tinta Marker Organik sebagai Solusi Alat Tulis Berkelanjutan.”

Melalui gagasan tersebut, para siswa mencoba mengembangkan pemanfaatan getah pisang sebagai bahan alternatif tinta marker organik. Inovasi ini mengangkat potensi bahan alami yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Pertama Kali Mengikuti, Langsung Bawa Pulang Tiga Penghargaan

Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) MTsN 1 Trenggalek, Masrotun Choiriyah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para siswa.

Menurutnya, kompetisi tersebut diikuti sekitar 400 pendaftar dari tiga kategori. Di tengah persaingan itu, peserta didik MTsN 1 Trenggalek mampu menunjukkan hasil yang membanggakan meskipun baru pertama kali mengikuti ajang tersebut.

“Peserta yang mendaftar mencapai 400 peserta dari tiga kategori. Event ini merupakan event yang pertama kali diikuti oleh peserta didik MTs Negeri 1 Trenggalek,” ungkap Masrotun.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Kegiatan ini diharapkan menambah semangat anak untuk terus berinovasi dan berkarya lebih lanjut, karena sejatinya riset itu kegiatan yang menyenangkan,” tambahnya.

Bukan Prestasi Pertama di Bidang Riset

Kepala MTsN 1 Trenggalek Drs. Jamaludin Malik, M.A., juga menyampaikan bahwa capaian di TGX 2026 bukanlah satu-satunya prestasi madrasah tersebut dalam bidang riset dan karya ilmiah.

Beberapa bulan sebelumnya, tim MTsN 1 Trenggalek juga berhasil meraih Juara 2 dalam ajang yang diselenggarakan di MAN 2 Kota Malang dan Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, pengalaman mengikuti berbagai kompetisi penelitian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah memiliki potensi besar untuk berkembang dalam bidang sains, penelitian, dan inovasi.

Ia juga menyoroti keterlibatan juri yang disebut berasal dari kalangan peneliti luar negeri dalam kompetisi sebelumnya. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk menguji gagasan dan meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka.

Prestasi yang terus diraih tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya riset di lingkungan MTsN 1 Trenggalek. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, siswa tidak hanya didorong untuk mengejar gelar juara, tetapi juga belajar mengenali persoalan, menyusun penelitian, dan menawarkan solusi berdasarkan hasil kajian.

Riset Pelajar untuk Menjawab Persoalan Lingkungan

Ajang TGX Research and Innovation Summit 2026 selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Trenggalek yang mendorong pembangunan rendah karbon, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan kota berkelanjutan menuju target Net Zero Carbon.

Tiga karya yang mengantarkan MTsN 1 Trenggalek meraih penghargaan mengangkat isu yang beragam, mulai dari sampah pesisir, potensi bahan alami untuk mendeteksi boraks, hingga pengembangan tinta marker organik.

Ketiganya memperlihatkan bagaimana persoalan di sekitar dapat menjadi bahan penelitian dan sumber gagasan inovatif bagi generasi muda.

Bagi MTsN 1 Trenggalek, keberhasilan memborong tiga gelar juara dalam keikutsertaan perdana di ajang ini menjadi modal penting untuk terus mengembangkan potensi peserta didik.

Prestasi tersebut sekaligus membawa harapan agar semakin banyak siswa berani meneliti, berani mencoba, dan mampu menghasilkan karya yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *