BeritaHukum

Kasus Mutilasi Gegerkan Madiun, Istri Dwi Bagus Akhirnya Angkat Bicara

21
×

Kasus Mutilasi Gegerkan Madiun, Istri Dwi Bagus Akhirnya Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Madiun
Martha Amalia didampingi kuasa hukumnya, Arif Purwanto, saat menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers terkait kasus pembunuhan yang melibatkan suaminya, Dwi Bagus Martono (Foto: Newstujuh.com)

Kasus mutilasi di Madiun, Martha Amalia istri Dwi Bagus Martono, buka suara terkait kasus tersebut. Ia mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, serta dugaan perselingkuhan suaminya selama dua tahun.

NEWSTUJUH.COM, MADIUN – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menyeret nama Dwi Bagus Martono sebelumnya menjadi perhatian publik dan viral di Kota Madiun. Peristiwa tragis tersebut menggemparkan masyarakat lantaran korban diduga dibunuh dengan cara keji hingga tubuhnya dimutilasi. Kasus ini pun menyita perhatian luas dan menjadi perbincangan masyarakat.

Di tengah sorotan publik terhadap perkara tersebut, Martha Amalia (34), istri Dwi Bagus Martono, akhirnya angkat bicara melalui konferensi pers untuk menyampaikan perasaan serta tanggapannya atas kasus yang melibatkan suaminya.

Martha Amalia (34), istri Dwi Bagus Martono, akhirnya menyampaikan pernyataan kepada publik terkait kasus pembunuhan yang melibatkan suaminya dan menghebohkan masyarakat Madiun.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di lobby Hotel Mercure tersebut, Martha didampingi kuasa hukumnya, Arif Purwanto, S.H., bersama tim. Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah jurnalis dari berbagai media di wilayah Kota Madiun.

Konferensi pers berlangsung sekitar 45 menit, mulai pukul 12.45 WIB hingga 13.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, Martha mengungkapkan perasaan sedih dan kecewa setelah menerima kabar bahwa suaminya, Dwi Bagus Martono, terlibat dalam kasus pembunuhan.

“Normal sebagai manusia, ketika saya menerima kabar bahwa suami saya, Dwi Bagus, adalah pembunuh dan menghebohkan seluruh Madiun, tentu ada rasa sedih dan kecewa,” ungkap Martha.

Tak hanya terkait kasus pembunuhan tersebut, Martha juga mengaku terpukul setelah mengetahui adanya hubungan asmara lain yang diduga dijalani suaminya tanpa sepengetahuannya.

Ia mengungkapkan, hubungan tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

“Saya juga kecewa karena tidak mengetahui bahwa suami saya mempunyai selingkuhan. Hubungan itu berlangsung selama dua tahun tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya.

Meski menghadapi kenyataan yang berat, Martha menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Madiun Kota dan Polda Jawa Timur atas pengungkapan kasus tersebut.

Ia mengaku berusaha mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialaminya dan mulai menerima keadaan.

“Terima kasih kepada jajaran Polres Madiun Kota dan Polda Jatim yang telah mengungkap kasus ini. Saya belajar dari semua ini untuk menerima keadaan,” tuturnya.

Melalui konferensi pers tersebut, Martha akhirnya menyampaikan sikap dan perasaannya di tengah perhatian publik terhadap kasus pembunuhan yang menyeret nama suaminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *